Tips Menghindari Tindakan Penipuan di Media Sosial

penipuan-online

Ilustrasi Penipuan Online

Maraknya transaksi jual beli online yang dilakukan masyarakat Indonesia sebenarnya bisa memberikan dampak baik dan buruk. Dampak baiknya, masyarakat tidak perlu akan kesulitan lagi saat ingin berbelanja barang-barang yang sulit dicari di pasaran. Tapi di sisi lain, peluang ini juga dimanfaatkan oleh para oknum penipu. Banyak sekali terjadi kasus penipuan jual beli online. Mirisnya, kasus penipuan transaksi online tersebut lebih sering terjadi di media sosial terutama Facebook. Bahkan sekarang si penipu bukan hanya berkedok sebagai penjual, tetapi juga berkedok sebagai pembeli. Jadi intinya, Anda sebagai pengguna internet dan pelaku jual beli online harus mulai waspada terhadap kasus penipuan seperti itu.

Jangan Terlena dengan Mudahnya Berbelanja lewat Media Sosial

Banyaknya kelebihan toko online terutama yang tersedia di media sosial membuat orang terlena dan terkadang lupa bahwa risiko-risiko penipuan bisa saja terjadi. Masyarakat seolah lupa bahwa dalam transaksi offline pun banyak orang yang tertipu, apalagi dalam transaksi online? Pasalnya penjual dan pembeli tidak bisa bertatap muka secara langsung. Akan tetapi bagi Anda yang hobi berbelanja online, sebaiknya pilih toko yang benar-benar terpercaya. Jika toko tersebut berasal dari media sosial, cari asal usulnya dan bagaimana respon pembeli terhadap toko tersebut. Jika positif, berarti tidak ada salahnya kalau Anda coba membeli di toko tersebut. Namun jika sebaliknya, lebih baik Anda cari lagi.

Hal lain yang perlu Anda perhatikan ketika membeli barang melalui toko online dari media sosial adalah kejelasan kontak dan lokasi toko. Terkadang ada toko yang memang sengaja menyembunyikan identitas asli mereka, termasuk alamat asli toko. Carilah toko yang memasang nomor HP, BBM, Whatsapp, dan alamat lokasi yang jelas. Perhatikan juga bagaimana cara pembayarannya. Ada beberapa metode pembayaran yang biasa dilakukan dalam transaksi online, yakni pembayaran di muka 100 persen, pembayaran 50 persen di muka dan Cash on Delivery (COD). Cara pembayaran yang paling efektif dan bisa meminimalisir tindak penipuan adalah COD. Setelah Anda menerima barang, setelah itu Anda baru membayar.

Tips selanjutnya adalah selalu membandingkan antara toko satu dengan toko lainnya. Baik dari kualitas gambar produknya, reputasi tokonya sampai harga barang-barangnya. Jika barang yang ditawarkan pada toko terkait ternyata sangat murah bahkan terlampau murah dari harga standar, Anda perlu waspada. Jangan langsung mengambil keputusan bahwa Anda harus memilih barang tersebut karena harganya murah. Banyak kasus yang terjadi, pembeli sudah mentransfer uang sesuai harga barang, namun penjual tidak kunjung mengirim barang tersebut. Bila perlu Anda cek dulu apakah toko online yang berasal dari media sosial tersebut memiliki website resmi atau tidak. Jika punya, coba cek toko tersebut melalui website Polisi Online.

Facebook, Twitter atau Instagram yang paling cocok digunakan untuk berbelanja online? Jika dilihat, ketiga media sosial terpopuler di dunia tersebut sama-sama berpotensi dan cocok digunakan sebagai media berbelanja online. Namun catatannya, Anda harus tahu bagaimana cara terhindar dari kasus penipuan toko online di media sosial. Anda harus waspada terhadap maraknya kasus penipuan seperti ini. Maka dari itu jika Anda ingin membeli barang-barang yang harganya mahal, sebaiknya beli secara langsung. Itu tadi beberapa tips mengenai bagaimana cara menghindari penipuan di toko online media sosial. Bukan hanya penjual barang, penjual jasa pun bisa membuka lahan praktik ‘penipuan’ baru, yakni melalui media sosial.


Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *