Nyeri Bahu yang Jarang Diketahui Bisa Menjadi Tanda Masalah Jantung, Simak Penjelasannya

Nyeri bahu merupakan keluhan yang sering dialami banyak orang. Setiap hari, kita mungkin mendengar orang di sekitar kita, baik rekan kerja maupun pasangan, mengeluhkan rasa sakit di area ini.
Seringkali, nyeri bahu dianggap sebagai masalah yang sepele, hanya dihubungkan dengan kelelahan atau aktivitas fisik yang berlebihan. Namun, penting untuk tidak meremehkan keluhan ini. Dalam beberapa kasus, nyeri bahu dapat menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang lebih serius, termasuk penyakit jantung.
Pertanyaannya, apa hubungan antara nyeri bahu dan penyakit jantung? Menurut penelitian yang dipublikasikan di Journal of Occupational and Environmental Medicine pada 20 Desember 2016, terdapat keterkaitan antara faktor risiko penyakit jantung, seperti kolesterol tinggi, hipertensi, dan diabetes, dengan masalah pada bahu, termasuk nyeri sendi, tendinitis, atau kerusakan pada rotator cuff.
Penelitian ini melibatkan 1.226 pekerja dari berbagai bidang, termasuk pembuat lemari dan industri manufaktur kantong udara kendaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja yang memiliki faktor risiko penyakit jantung hampir lima kali lebih mungkin mengalami nyeri bahu atau masalah rotator cuff dibandingkan mereka yang tidak memiliki faktor risiko. Sementara itu, pekerja dengan faktor risiko yang lebih rendah memiliki kemungkinan 1,5 hingga tiga kali lebih besar untuk mengalami nyeri bahu.
Para peneliti juga memantau aktivitas fisik para pekerja tersebut, seperti menarik, mendorong, dan memutar tubuh, dengan mempertimbangkan frekuensi dan tingkat kesulitan gerakan. Namun, durasi waktu kerja dan jenis pekerjaan yang lebih banyak melibatkan aktivitas fisik tidak tampak memiliki hubungan langsung dengan munculnya masalah pada bahu.
Hingga saat ini, hubungan pasti antara penyakit jantung dan nyeri bahu masih belum sepenuhnya dipahami. Namun, Dr. Kurt Hegmann, peneliti utama dari University of Utah School of Medicine, menjelaskan bahwa area sekitar robekan rotator cuff cenderung memiliki aliran darah yang rendah. Hal ini menunjukkan bahwa faktor risiko penyakit jantung mungkin dapat mempengaruhi sirkulasi darah ke area tersebut.




