Ibu Marc Marquez Berikan Tanggapan Menarik Setelah Anaknya Disebut Bukan Manusia

Marc Marquez telah lama dianggap sebagai sosok yang luar biasa di arena MotoGP, sering kali dijuluki “bukan manusia biasa”. Kecepatan dan keberanian yang ditunjukkannya di lintasan, serta prestasi gemilang yang telah diraihnya, membuat pembalap asal Spanyol ini dikenal dengan sebutan The Baby Alien.
Namun, pandangan tersebut ditanggapi dengan humor oleh orang-orang terdekatnya. Ibu Marc, Roser Alenta, menegaskan bahwa putranya sebenarnya adalah manusia biasa yang dapat merasakan sakit, menghadapi cedera, dan tantangan yang sama seperti pembalap lainnya.
Menariknya, julukan Marc yang dikenal sebagai Alien tidak muncul sejak awal kariernya. Saat kecil, ia lebih dikenal dengan nama Si Semut, yang merujuk pada postur tubuhnya yang kecil dan mungil.
Desain helm Marc hingga saat ini pun masih terinspirasi dari motif semut yang menjadi identitasnya pada masa kecil.
Seiring dengan prestasi luar biasa yang ditorehkan Marc di lintasan, julukannya berubah. Ia berhasil meraih gelar juara dunia MotoGP pada usia yang sangat muda, yaitu 20 tahun, dan mulai dianggap sebagai pembalap dari “planet lain”.
Istilah Alien sudah digunakan sebelumnya untuk menggambarkan dominasi sejumlah pembalap hebat seperti Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Casey Stoner, dan Dani Pedrosa.
Marc kemudian memasuki era tersebut dan melanjutkan reputasinya sebagai pembalap yang sangat sulit untuk dikalahkan.
Namun, bagi sang ibu, semua pencapaian ini tidak mengubah fakta bahwa Marc tetaplah manusia biasa.
“Marc bukan alien, dia adalah darah dan daging! Ketika Anda menyentuhnya, Anda bisa merasakan bahwa dia adalah manusia biasa, bukan?” ungkap Roser Alenta dalam sebuah wawancara.
Kekasih Marc, Gemma Pinto, juga memberikan komentar yang lucu mengenai salah satu jari Marc.
“Yah, dia memiliki satu jari yang, entahlah, sulit untuk dijelaskan,” kata Gemma.
Roser kemudian menjelaskan bahwa kondisi fisik tersebut adalah hasil dari berbagai cedera yang dialami putranya selama berkarier.
“Itu semua karena luka-luka yang dia alami,” jelasnya.
Cedera-cedera tersebut menjadi bukti bahwa Marc adalah seorang manusia, bukan makhluk luar angkasa.
Di balik pesonanya di lintasan, tubuh Marc Marquez menyimpan banyak cerita mengenai kerasnya kehidupan seorang pembalap MotoGP.
Salah satu masa tersulit dalam kariernya terjadi antara tahun 2020 dan 2022. Kecelakaan yang dialaminya di MotoGP Spanyol pada tahun 2020 mengakibatkan patah tulang humerus di lengan kanannya.



