BEI Cabut Trading Halt, IHSG Turun Drastis 11,22 Persen ke Level 5.203

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka untuk perdagangan setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut penghentian sementara aktivitas perdagangan pada hari Jumat, 16 Oktober 2026. Namun, meski perdagangan telah dibuka kembali, tekanan jual yang signifikan masih terjadi, dan IHSG mengalami penurunan tajam hingga 11,22 persen, mencapai level 5.203.
Data perdagangan yang tercatat pada pukul 09.33 WIB menunjukkan IHSG berada pada posisi 5.203, mengalami penurunan 11,22 persen setelah aktivitas perdagangan dilanjutkan kembali pada pukul 09.28 WIB.
Sebelumnya, BEI memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham sekitar pukul 08.58 WIB setelah IHSG anjlok hingga mencapai ambang batas penurunan 8 persen. Penghentian ini berlangsung selama 30 menit sesuai dengan mekanisme yang berlaku di bursa.
Dalam pengumuman resmi yang dikeluarkan, BEI menjelaskan bahwa perdagangan dilanjutkan tepat pada pukul 09.28 WIB tanpa adanya perubahan dalam jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.
Melihat penurunan IHSG yang terus berlanjut setelah trading halt dicabut, jelas terlihat bahwa tekanan jual di pasar masih sangat kuat saat perdagangan dibuka kembali.
BEI menerapkan mekanisme trading halt ketika IHSG mengalami penurunan lebih dari 8 persen dalam satu hari perdagangan. Kebijakan ini merupakan langkah untuk mengendalikan perdagangan ketika indeks mengalami penurunan yang signifikan.
Berdasarkan ketentuan yang ada, terdapat beberapa tahapan penghentian perdagangan yang diterapkan sesuai dengan besar penurunan IHSG.
– Penurunan lebih dari 8 persen: perdagangan dihentikan sementara selama 30 menit.
– Penurunan lebih dari 15 persen: BEI menghentikan perdagangan kembali selama 30 menit.
– Penurunan lebih dari 20 persen: BEI dapat melakukan trading suspend hingga akhir sesi perdagangan atau lebih dari satu sesi setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Mekanisme ini bertujuan memberikan kesempatan bagi investor untuk menganalisis informasi yang tersedia dan merumuskan strategi investasi saat pasar mengalami tekanan.
Walaupun perdagangan dibuka kembali setelah penghentian sementara, IHSG masih menunjukkan tren penurunan. Pada pukul 09.33 WIB, indeks tercatat mengalami penurunan sebesar 11,22 persen, menyentuh level 5.203.
Tekanan yang sangat besar terhadap IHSG terjadi setelah pengumuman dari penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI), mengenai rencana konsultasi untuk mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Pengumuman yang menghebohkan ini disampaikan pada tanggal 15 Oktober 2026 waktu setempat, di mana MSCI mengajak pelaku pasar untuk memberikan masukan terkait proposal reklasifikasi Indonesia tersebut.




