Kapolri Fokus Tingkatkan Keamanan di Ruang Digital, Berikut Alasannya

Analis politik senior, Boni Hargens, memberikan tanggapan positif terhadap kuliah umum yang disampaikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Menurutnya, pemetaan lingkungan strategis yang diuraikan oleh Kapolri bukan sekadar materi kuliah biasa, melainkan merupakan analisis yang mendalam dan berbasis pada pengetahuan teknokratik. Materi ini seharusnya menjadi acuan utama bagi pemerintah dan lembaga keamanan dalam merumuskan kebijakan yang tepat, adaptif, serta responsif terhadap perubahan tantangan dan peluang yang terus berkembang.
Boni menyatakan bahwa apa yang disampaikan oleh Kapolri mencerminkan kondisi terkini yang dapat berpengaruh besar terhadap masa depan bangsa dan negara. Oleh karena itu, gagasan-gagasan tersebut harus dijadikan referensi dalam pengambilan keputusan oleh pemerintah dan institusi terkait, termasuk Polri itu sendiri.
Ia juga menegaskan pentingnya keamanan di ruang digital untuk menjadi prioritas utama bagi lembaga keamanan dan komunitas intelijen.
Dengan penetrasi internet yang mencapai 81,72 persen pada tahun 2026, sebagian besar masyarakat Indonesia kini menjadi netizen. Hal ini membuat potensi ancaman di ruang digital semakin meningkat dan dapat berubah menjadi ancaman nyata. Masyarakat menjadi pihak yang paling rentan menjadi korban dari ancaman tersebut.
Boni juga menyoroti meningkatnya kasus ujaran kebencian, penipuan daring, serta berbagai kejahatan digital lainnya yang secara langsung mempengaruhi kehidupan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa aplikasi media sosial juga memberikan ruang bagi pembudayaan kekerasan, yang semakin mengkhawatirkan.
Ia menambahkan bahwa fenomena ‘perang koin’ yang marak di TikTok, yang dikenal sebagai ‘PK Barbar’, merupakan contoh dukungan tidak langsung dari platform media sosial terhadap apa yang ia sebut kulturisasi kekerasan. Dalam konteks ini, para pengguna sering menggunakan bahasa dan tindakan yang tidak beretika.
Dalam kuliah umum yang disampaikan pada acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan pada 28 September 2026, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan sejumlah isu penting yang berkaitan dengan lingkungan strategis baik global maupun domestik.
Pertama, Kapolri menyoroti ketegangan internasional yang terjadi, seperti konflik antara Rusia dan Ukraina, ketegangan geopolitik di tingkat global, serta perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Isu-isu ini menciptakan dampak berantai yang luas, mulai dari gangguan pada jalur logistik dunia hingga fluktuasi harga minyak mentah yang berdampak pada perekonomian global.




