IHSG Menguat di Awal Perdagangan, Bursa Asia dan Wall Street Tunjukkan Kekuatan

IHSG dibuka dengan penguatan sebesar 20 poin atau 0,33 persen, mencapai level 6.297 pada awal perdagangan Rabu, 23 September 2026. Ini menunjukkan optimisme di kalangan investor di tengah kondisi pasar yang dinamis.
Fanny Suherman, Kepala Analis Riset Retail, memberikan prediksi bahwa IHSG akan mengalami rebound pada sesi perdagangan hari ini. Harapan ini muncul seiring dengan adanya sinyal positif dari pasar.
“IHSG berpotensi untuk melakukan technical rebound jangka pendek menuju kisaran 6.300 hingga 6.320. Namun, jika tidak berhasil menembus level 6.320, ada kemungkinan untuk mengalami koreksi lebih lanjut ke rentang 5.850 hingga 6.100 dalam jangka menengah,” ucap Fanny dalam laporan riset harian yang dirilis pada Rabu, 23 September 2026.
Bursa saham Asia menutup perdagangan pada hari Selasa dengan catatan positif. Indeks Hang Seng di Hong Kong mencatat kenaikan 0,18 persen, Taiex di Taiwan meningkat 0,17 persen, Kospi di Korea Selatan bertambah 0,15 persen, dan ASX 200 di Australia naik 0,30 persen.
Sementara itu, FTSE Straits Times menunjukkan penguatan sebesar 0,86 persen, dan FTSE Malay KLCI mengalami kenaikan 0,99 persen. Di sisi lain, pasar saham Jepang masih dalam periode libur untuk merayakan Hari Libur Nasional hingga Rabu, 23 September 2026.
Penguatan bursa Asia ini sejalan dengan lonjakan yang terjadi di Wall Street, yang didorong oleh kenaikan saham-saham perusahaan yang terkait dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Hal ini menciptakan sentimen positif di pasar global.
Selain itu, pertemuan penting akan dilangsungkan minggu ini di Washington DC, di mana Presiden Donald Trump akan bertemu dengan pemimpin China, Xi Jinping. Topik yang diperkirakan akan dibahas mencakup isu kecerdasan buatan, ketegangan di Timur Tengah, tarif perdagangan, dan penguasaan logam tanah jarang.
Menteri Keuangan, Scott Bessent, juga dijadwalkan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng, sebelum kunjungan Xi ke Amerika Serikat. Para pelaku pasar pun akan memantau survei manufaktur dari Federal Reserve Richmond, serta pidato dari Presiden Fed New York, John Williams, dan Presiden Fed Richmond, Tom Barkin.
“Support IHSG berada di kisaran 6200 hingga 6220, sedangkan resistancenya di rentang 6300 hingga 6320,” tambahnya.
Sebagai informasi tambahan, Wall Street menutup perdagangan dengan hasil yang bervariasi. Indeks Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi, didorong oleh saham Micron Technology dan saham-saham terkait AI lainnya. Di sisi lain, indeks S&P 500 berada tepat di bawah rekor tertingginya, sementara harga minyak berada di kisaran US$100 per barel.
Indeks S&P 500 ditutup stagnan di level 7.764,64, sementara Nasdaq Composite menguat sebesar 0,45 persen, dan Dow Jones Industrial Average justru mengalami penurunan sebesar 0,36 persen.




