Shopee Dominasi Lebih dari 50% Lalu Lintas E-Commerce Indonesia, Unggul atas 99 Pesaing Gabungan

Shopee telah mengukuhkan posisinya sebagai platform e-commerce terkemuka di Indonesia, dengan mencatatkan lalu lintas situs yang sangat mengesankan pada kuartal ketiga tahun 2026. Berdasarkan studi Peta E-Commerce Indonesia yang dirilis oleh seedbacklink, Shopee menerima 152,6 juta kunjungan dalam sebulan, yang setara dengan 52 persen dari total kunjungan 100 platform belanja online yang diteliti.
Angka tersebut menunjukkan bahwa Shopee jauh mengungguli pesaing terdekatnya. Tokopedia menduduki posisi kedua dengan 51,7 juta kunjungan, diikuti oleh Blibli dengan 13,7 juta, Lazada 11,9 juta, dan Gramedia 6,06 juta. Jika semua 99 platform lainnya digabungkan, total kunjungan mereka hanya mencapai 141,8 juta, yang masih kalah dibandingkan dengan kunjungan Shopee sendiri.
Dominasi Shopee juga tercermin dalam perilaku pencarian konsumen di internet. Volume pencarian untuk kata kunci “Shopee” di Google Indonesia mencapai 3 juta per bulan, hampir empat kali lipat dari pencarian untuk Tokopedia yang hanya 839 ribu. Hal ini menunjukkan bahwa banyak konsumen Indonesia lebih memilih untuk mencari “Shopee” secara langsung daripada menggunakan istilah umum seperti “belanja online”.
“Sering kali kita mendengar bahwa Shopee memimpin pasar, tetapi angka yang sebenarnya jauh lebih mencengangkan dari yang kita bayangkan. Satu platform mampu mengungguli gabungan dari 99 platform lainnya. Bagi brand dan penjual, kehadiran di Shopee kini bukan sekadar pilihan, melainkan menjadi keharusan untuk bertahan,” ungkap Ahmad Desrayen, CEO seedbacklink.
Pandangan ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh tim riset. Bilal Hafizul dari tim Content & Research seedbacklink menjelaskan bahwa tingginya volume pencarian nama brand di Google menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin terbiasa mencari nama platform atau produk secara langsung sebelum melakukan pembelian.
“Ketika konsumen melakukan pencarian dengan mengetikkan nama brand di Google, mereka tidak hanya menemukan halaman toko, tetapi juga artikel media, ulasan, dan konten di media sosial. Brand yang aktif dibahas di luar marketplace cenderung terlihat lebih kredibel di mata calon pembeli, yang pada akhirnya dapat meningkatkan penjualan di Shopee itu sendiri,” tambah Bilal.
Riset Peta E-Commerce Indonesia mencakup 100 platform belanja online yang menawarkan berbagai merek, mulai dari marketplace hingga ritel untuk kebutuhan sehari-hari, elektronik, fashion, kecantikan, dan buku. Data lengkap mengenai penelitian ini dapat diakses oleh publik melalui situs resmi seedbacklink.




