berita

Pemerintah Didorong Berinvestasi untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru di Era AI Pendidikan

Jakarta – Pemerintah serta para pembuat kebijakan di Indonesia didorong untuk memperkuat posisi guru dalam menghadapi kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan. Salah satu langkah krusial yang dianggap perlu adalah meningkatkan investasi dalam pengembangan profesionalitas guru secara menyeluruh dan berkesinambungan.

Dorongan ini tercantum dalam laporan terbaru dari Cambridge University Press & Assessment yang berjudul Shaping AI Policy and Practice in English Language Teaching. Laporan tersebut menekankan pentingnya keterlibatan guru dalam proses penyusunan kebijakan terkait AI, terutama agar teknologi yang diimplementasikan di sekolah dapat memenuhi kebutuhan pembelajaran di kelas.

Dr. Evelina Galaczi, Direktur Riset di English Cambridge University Press & Assessment, menyatakan bahwa pembuat kebijakan perlu menjalin kerjasama yang erat dengan para guru dalam merumuskan strategi menghadapi era AI di lingkungan pendidikan.

Ia menambahkan bahwa pemerintah harus melanjutkan dan memperkuat berbagai upaya awal dengan memberikan fokus pada pengembangan profesionalitas guru, agar mereka dapat memanfaatkan teknologi AI dengan baik dalam proses belajar mengajar.

“Agar para pendidik mampu memanfaatkan AI secara efektif di kelas dan bersikap kritis terhadap perangkat yang digunakan,” ujar Evelina dalam keterangannya pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Evelina juga menekankan bahwa keterlibatan guru dan siswa tidak seharusnya hanya terjadi setelah teknologi AI diterapkan di sekolah. Keduanya perlu dilibatkan sejak tahap awal, mulai dari perancangan, pengadaan, implementasi, hingga evaluasi perangkat Generative Artificial Intelligence (GenAI).

Menurutnya, partisipasi ini sangat penting agar kebijakan yang dirumuskan tidak hanya berdasarkan perkembangan teknologi semata, tetapi juga mempertimbangkan kondisi nyata yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran sehari-hari.

Dengan pendekatan yang inklusif ini, diharapkan keputusan mengenai penggunaan GenAI di sekolah dapat lebih sesuai dengan kebutuhan serta tantangan yang dihadapi dalam proses belajar mengajar.

Laporan Cambridge tersebut disusun berdasarkan praktik yang dilakukan oleh para pengajar bahasa Inggris di berbagai negara yang telah lebih dahulu menerapkan GenAI. Penyusunannya juga merujuk pada kajian sebelumnya mengenai AI dan pemanfaatannya oleh para guru.

Evelina menyebutkan bahwa laporan ini bertujuan untuk memberikan kerangka kerja yang lebih sistematis di tengah penggunaan dan adopsi AI yang sering kali dilakukan secara terpisah tanpa panduan yang jelas.

“Laporan ini bertujuan menghadirkan kerangka yang lebih terstruktur di tengah pendekatan penggunaan dan adopsi AI yang selama ini kerap berjalan sendiri-sendiri,” ungkapnya.

Related Articles

Back to top button
kpkgg