RSHS Bandung Tindakan Tegas Nonaktifkan Perawat Serahkan Bayi ke Pihak Lain

Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung telah memutuskan untuk menonaktifkan seorang perawat yang diduga melakukan kelalaian serius dengan hampir menyerahkan seorang bayi kepada individu yang bukan orang tua kandungnya.
Direktur Utama RSHS, Rachim Dinata Marsidi, mengonfirmasi bahwa tindakan ini diambil sebagai bagian dari evaluasi internal setelah insiden yang terjadi. “Kami telah menonaktifkan perawat yang bersangkutan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelas Rachim di Bandung, Jawa Barat, pada hari Kamis, 16 April 2016.
Lebih lanjut, Rachim menyampaikan bahwa pihak rumah sakit telah membentuk tim khusus untuk melakukan klarifikasi serta berkoordinasi dengan keluarga pasien terkait peristiwa ini. Ia juga menambahkan bahwa RSHS siap untuk menjalani evaluasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait insiden tersebut.
“Kami telah melaporkan situasi ini kepada Kementerian Kesehatan dan lembaga terkait lainnya, dan kami terbuka untuk mendapatkan arahan lebih lanjut demi peningkatan kualitas layanan kesehatan di RSHS,” ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, pihak rumah sakit akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tenaga perawat untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Rachim menegaskan bahwa pembinaan akan difokuskan pada kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), terutama dalam proses penyerahan bayi kepada orang tua.
“RSHS akan melaksanakan evaluasi dan pembinaan ulang kepada para perawat mengenai kepatuhan dalam menjalankan SOP penyerahan bayi kepada orang tua,” tambahnya.
Sebelumnya, seorang ibu bernama Nina Saleha membagikan pengalamannya mengenai kelalaian seorang perawat di RSHS Bandung melalui platform media sosial TikTok. Nina, yang baru saja melahirkan, mengungkapkan bahwa ia hampir kehilangan bayinya saat berada di ruang perawatan RSHS Kota Bandung.
Hal ini terjadi saat ia meninggalkan ruangan untuk makan, dan bayinya yang sedang digendong diduga diserahkan kepada orang yang tidak dikenal oleh salah satu perawat di ruang NICU Gedung Ibu dan Anak RSHS Bandung.




