Karhutla di Kalimantan Tidak Menghambat Proyek Pembangunan IKN yang Berkelanjutan

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan Timur tidak memberikan dampak signifikan terhadap proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, lokasi kebakaran berada pada jarak yang cukup jauh dari area pembangunan.
“Lokasi kebakaran itu terletak di Bukit Soeharto, jadi jaraknya cukup aman,” ujar Basuki saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Rabu.
Basuki menjelaskan bahwa kebakaran yang terjadi di beberapa titik di Kalimantan Timur telah ditangani dengan metode pemadaman darat. Hal ini menunjukkan bahwa upaya penanganan kebakaran dilakukan secara langsung di lapangan.
Ia menambahkan bahwa operasi modifikasi cuaca saat ini tidak diperlukan, mengingat luas area yang terbakar masih dalam batas yang dapat diatasi dengan pemadaman darat.
“Pemadaman darat sudah cukup efektif. Saya sendiri sudah terlibat dalam dua kali pemadaman darat. Area yang terbakar tidak terlalu luas, hanya sekitar 1.600 hektare, meskipun titiknya tersebar di beberapa lokasi,” jelasnya.
Basuki merinci bahwa dari total area yang terbakar, sekitar 900 hektare berada di kawasan Bukit Soeharto, sedangkan 600 hektare lainnya merupakan lahan perkebunan kelapa sawit.
Ia memastikan bahwa semua titik kebakaran yang teridentifikasi telah berhasil dipadamkan, sehingga situasi kembali terkendali.
Mengenai kualitas udara di kawasan IKN, Basuki menginformasikan bahwa indeks kualitas udara sempat menunjukkan angka antara 100 hingga 130 pada pagi hari, tetapi kemudian menurun di bawah 100.
Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai lokasi pengukuran atau kategori indeks kualitas udara yang diterapkan.
Basuki juga menyinggung adanya laporan tentang dugaan pembakaran lahan oleh perusahaan di beberapa wilayah Indonesia. Ia menegaskan bahwa permasalahan tersebut tidak terjadi di Kalimantan Timur.




