Bantuan dan Insentif Pemerintah 2027: Rincian Stimulus Ekonomi yang Siap Diberikan

Jakarta – Pemerintah tengah merancang serangkaian stimulus ekonomi guna mempertahankan daya beli masyarakat dan menjaga pertumbuhan ekonomi hingga tahun 2027. Berbagai program ini dibahas dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan para pejabat terkait di Istana Merdeka pada Rabu, 30 September 2026.
Berdasarkan informasi dari Sekretariat Kabinet, diskusi tersebut mencakup berbagai program yang direncanakan akan dilaksanakan pada kuartal IV-2026 dan kebijakan yang akan berlanjut hingga tahun 2027.
Program-program yang dipersiapkan mencakup bantuan pangan, Bantuan Subsidi Upah (BSU), pembukaan rekening untuk masyarakat, insentif perpajakan, serta program magang dan vokasi. Selain itu, terdapat juga dukungan untuk sektor perumahan.
Pada kuartal IV-2026, pemerintah berencana membuka rekening bagi warga negara yang berusia di atas 17 tahun. Program ini ditujukan untuk masyarakat yang tergolong dalam kelompok desil 1 hingga desil 4.
Saat ini, jumlah penerima program tersebut masih dalam proses verifikasi bersama kementerian terkait. Proses ini dilakukan untuk memastikan data masyarakat yang menjadi target program.
Selain program pembukaan rekening, pemerintah juga menyiapkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram per bulan. Bantuan ini akan diberikan untuk periode Oktober hingga Desember 2026.
Program bantuan beras ini akan menyasar sekitar 33.244.408 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang termasuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 4. Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran untuk program ini mencapai sekitar Rp17,5 triliun.
Selanjutnya, pemerintah juga akan melanjutkan Bantuan Subsidi Upah atau BSU untuk para pekerja. Bantuan ini akan disalurkan sebesar Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan.
Program BSU ini ditargetkan kepada sekitar 13,3 juta pekerja. Kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk pelaksanaan program ini diperkirakan hampir mencapai Rp12 triliun.
Selain stimulus yang direncanakan untuk kuartal IV-2026, pemerintah juga menyiapkan kelanjutan beberapa program ekonomi yang akan berlanjut hingga tahun 2027.
Dalam sektor ketenagakerjaan, program magang yang diselenggarakan melalui Kementerian Ketenagakerjaan direncanakan untuk dilanjutkan pada tahun 2027.
Program tersebut akan menyasar sekitar 150 ribu peserta. Selain itu, program vokasi juga akan diteruskan dengan target sebanyak 300 ribu orang.
Pemerintah juga berencana untuk melanjutkan kebijakan pengurangan PPh Pasal 21 bagi pekerja dengan penghasilan di bawah Rp10 juta. Kebijakan ini ditujukan untuk sekitar 7,5 juta pekerja.




