berita

Dugaan Kekerasan Seksual di Cornell University Melibatkan 7 Pria, Simak Kronologinya

Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan tujuh pria di lingkungan Cornell University, salah satu kampus terkemuka di dunia, telah menarik perhatian publik. Insiden ini dilaporkan oleh seorang mantan mahasiswa yang mengklaim telah menjadi korban pemerkosaan pada tahun 2024. Laporan ini menimbulkan gelombang keprihatinan mengenai keamanan dan perlindungan di lingkungan akademis.

Korban mengaku bahwa ia telah dibius dan diperkosa di rumah perkumpulan fraternity Chi Phi pada bulan Oktober 2024. Pengacara yang mewakili korban mengungkapkan bahwa dari tujuh pria yang diduga terlibat, hanya dua yang dipecat dari universitas, sementara tidak ada tindakan penangkapan yang dilakukan terhadap pelaku lainnya.

Saat ini, mantan mahasiswa tersebut mengajukan gugatan hukum terhadap universitas dan anggota fraternity yang terlibat. Ia menuduh pihak universitas dan fraternity gagal memberikan perlindungan dan mencegah terjadinya kekerasan seksual yang dialaminya.

Dalam gugatannya, mahasiswa yang menggunakan nama samaran Jane Doe itu berusia 20 tahun dan sedang mengejar pendidikan di kampus impiannya yang terletak di Ithaca saat insiden tersebut terjadi.

Doe menjelaskan bahwa ia datang ke rumah fraternity Chi Phi untuk bertemu seorang teman dalam keadaan mabuk. Ia menuduh dua anggota fraternity memaksanya untuk menghirup zat yang mereka sebut sebagai ketamin sebelum melakukan tindakan kekerasan seksual terhadapnya.

Dalam dokumen gugatan, terungkap bahwa seorang pria mengirim pesan melalui grup obrolan Snapchat fraternity yang memberikan petunjuk bahwa ada seorang perempuan yang “tersedia” untuk berhubungan seksual. Menurut Doe, setelah itu, lebih banyak pria datang dan ia mengalami pemerkosaan selama berjam-jam.

Doe melaporkan insiden tersebut kepada kepolisian universitas sekitar tiga minggu setelah kejadian terjadi. Langkah ini diambil untuk mendapatkan keadilan atas apa yang dialaminya.

Cornell University kemudian melaksanakan penyelidikan internal yang melibatkan sedikitnya 12 sidang. Pengacara Doe, Thomas Giuffra, menyatakan bahwa dari tujuh anggota yang diduga terlibat, hanya dua yang dipecat, sementara yang lainnya mendapatkan sanksi yang lebih ringan seperti skorsing, diwajibkan mengikuti lokakarya, atau menulis esai.

Giuffra menegaskan, “Tidak satu pun dari mereka ditangkap. Tidak ada satu pun. Itu adalah fakta yang pasti,” seperti yang dilaporkan oleh CBS News pada 28 September 2026.

Setelah mengalami dugaan kekerasan seksual tersebut, Doe memutuskan untuk menghentikan studi di universitas. Keputusan ini mencerminkan dampak psikologis yang mendalam dari insiden yang dialaminya.

“Ada banyak individu yang seharusnya bisa mencegah kejadian ini, tetapi mereka tidak melakukannya. Saya belum pernah melihat situasi yang seperti ini sebelumnya,” ungkap Giuffra, menyoroti kegagalan sistem dalam melindungi korban.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k