Lawan Hoax di Media Sosial? Begini Caranya!

hoax

Penggunaan media sosial yang sangat mudah saat ini tentu saja bisa memberikan keuntungan. Apalagi Anda bisa membuat akun media sosial dari berbagai platform hanya dengan bantuan smartphone dan internet. Biasanya media sosial yang digunakan itu terdiri dari Twitter, Facebook, Instagram, Youtube dan lainnya. Sebagian dari pemilik akun memanfaatkan media sosial itu untuk berbagai foto, gambar hingga video. Bahkan, sebagian dari mereka juga menggunakan media sosial menjadi sarana berbisnis. Namun, tidak sedikit juga pengguna media sosial saat ini menjadikan akun mereka sebagai alat propaganda untuk menyebar berita bohong atau hoax.

Sudah banyak konten hoax yang disebar melalui media sosial. Hal ini tentu saja sangat meresahkan publik sebagai pengguna dari platform itu. Apalagi jumlah pengguna media sosial yang percaya begitu saja tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu juga cukup banyak. Tentu saja kondisi ini sangat memprihatinkan. Sebagai pemilik dan pengguna akun media sosial sebenarnya Anda juga bisa menjadi bagian dari perlawanan berita bohong atau hoax. Pemerintah juga mendukung berbagai langkah yang diterapkan untuk melawan hoax di Media sosial.

 

3 Cara Ampuh untuk Melawan Hoax di Media sosial

turn-back-hoax

Sebagai individu pengguna media sosial Anda memiliki kemampuan untuk melawan berita bohong atau hoax. Biasanya konsep seperti ini berisi tentang ujaran kebencian, kekerasan, kebohongan konten dan lainnya. Dukungan tindakan seperti ini juga melibatkan pengembang dari platform itu sendiri. Selain itu, Anda juga bisa melakukan pelaporan terhadap instansi pemerintah yang akan menindaklanjuti seluruh konten bohong tersebut. Berikut ini ada 3 cara mudah untuk melawan hoax di Media sosial, seperti:

 

  1. Menggunakan Fitur Report Status dari Platform

Salah satu dari cara yang bisa Anda lakukan untuk melawan hoax di Media sosial adalah memanfaatkan fitur report dari masing-masing platform. Beberapa media sosial besar seperti Facebook, Twitter, hingga Google memiliki fitur report yang memudahkan Anda untuk melaporkan konten hoax. Hal ini juga bisa dilakukan dengan sangat mudah. Anda bisa memulainya dengan mencari sumber konten hoax itu berasal dari media sosial. Gunakan fitur report tweet untuk Twitter, feedback dari Google hingga report status untuk Facebook dan Instagram. Metode ini akan langsung terhubung kepada pihak platform untuk ditindaklanjuti.

 

  1. Mengirim Email ke Kominfo

Pemerintah memberikan kemudahan bagi para pengguna media sosial untuk melaporkan berita bohong. Salah satunya dilakukan dengan menawarkan email yang akan ditujukan langsung kepada Kementrian Komunikasi dan Informatika. Instansi pemerintah ini memiliki hak penuh untuk menghapus konten-konten yang banyak mengandung kebohongan, kebencian hingga kekerasan. Anda bisa mengirimkan link dan atau konten hoax itu melalui email resmi yaitu aduankonten@mail.kominfo.go.id. Seluruh link dan atau konten yang dilaporkan akan segera difilterisasi oleh pihak kominfo dan selanjutnya diproses dengan waktu yang cepat.

 

  1. Menghubungi Kanal Masyarakat Indonesia Anti Hoax

Anda harus tahu bahwa saat ini ada beberapa kelompok masyarakat yang memang peduli terhadap penyebaran konten hoax yang sudah mengkhawatirkan. Salah satu kelompok yang bisa Anda pertimbangkan yaitu Masyarakat Indonesia Anti Hoax. Kelompok masyarakat ini akan memberikan kemudahan untuk akses pengaduan konten yang mengandung hoax. Anda bisa langsung mengunjungi kanal resmi yang beralamat data.turnbackhoax.id. Masukkan seluruh data konten hoax yang kemudian akan mereka tindak lanjuti sesuai dengan UU ITE.

 

 

5 Cara Melakukan Identifikasi Konten Hoax dari Media Sosial

unlike-hoax

Sebelum Anda melaporkan konten hoax yang ada di media sosial sebaiknya lakukan identifikasi terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk memudahkan tindakan tegas yang diberikan kepada konten itu. Apalagi bila identifikasi berjalan sangat lancar biasanya konten itu akan dihapus dengan sangat mudah sehingga membuat penyebarannya tidak terlalu berlebihan. Cara yang diterapkan untuk identifikasi biasanya akan melibatkan pihak lainnya. Namun, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan identifikasi konten hoax tidak terlalu lama. Anda bisa melakukan identifikasi untuk melawan hoax di Media sosial melalui cara seperti:

 

  1. Melihat Judul yang Provokatif

Identifikasi seperti ini memang sangat mudah dilakukan untuk menjadi bagian dari cara melawan hoax di Media sosial. Biasanya konten-konten hoax yang berisi ujaran kebencian, kekerasan hingga banyak kebohongan akan memiliki judul provokatif. Bahkan, tidak sedikit juga konten hoax seperti ini memiliki judul yang terlalu panjang. Hal ini dilakukan para penyebar agar orang lain yang mendapatkan konten ini tertarik untuk membuka tautan atau konten itu. Kadang-kadang judul yang sangat boombastis tidak memiliki kaitan terhadap isi dari konten. Jangan terlalu percaya pada konten yang memiliki judul hiperbolis.

 

  1. Perhatikan Sumber dari Konten yang Dibagikan

Ini menjadi hal penting yang memang harus Anda perhatikan. Tentu saja seluruh konten yang berupa tautan, video, foto dan artikel memiliki sumber utama. Anda bisa melakukan pelacakan terhadap sumber pertama yang menyebarkan atau membagikan konten itu. Misalnya saja bila ada konten provokatif yang disebarkan melalui media sosial twitter, facebook atau instagram segera lakukan pelacakan terhadap sumber utama. Bila akun yang pertama kali itu tidak mencantumkan sumber yang jelas dan hanya berdasarkan asumsi pribadi maka dipastikan itu adalah hoax.

 

  1. Cari Fakta Melalui Search Engine atau Kanal Berita Profesional

Anda akan semakin mudah untuk mencari fakta yang mendukung konten provokatif. Cara identifikasi seperti ini bisa dilakukan dengan mencari konten dengan isi atau deskripsi serupa dari search engine atau kanal berita profesional. Misalnya saja Anda menggunakan mesin pencari Google untuk melakukan identifikasi fakta dengan mencari melalui tab news atau all. Bila ditemukan data yang berbeda maka konten yang disebarkan bersifat hoax. Identifikasi ini juga bisa dilakukan dengan menggali informasi dari kanal berita profesional yang sudah dikenal oleh publik.

 

  1. Periksa Keaslian dari Video atau Foto yang Disertakan

Konten hoax yang disebar melalui media sosial biasanya menyertakan video atau foto. Hal ini untuk menarik perhatian dan membuat yakin para pembaca. Bila Anda menemukan konten yang berisi foto dan video terlalu berlebihan dan bersifat hiperbolis sebaiknya langsung dilaporkan. Salah satu cara identifikasi yang bisa dilakukan untuk mendapatkan keaslian foto dan video biasanya dilakukan dengan mesin pencari seperti Google atau Bing. Search engine ini memiliki fitur pencarian foto dan video. Sesuaikan konten video dan foto itu secara langsung dari data yang dimiliki Google atau Bing.

 

  1. Aktif di Berbagai Forum atau Grup Anti Hoax

Sebenarnya Anda memiliki peran penting untuk menghentikan penyebaran konten hoax atau berita bohong. Identifikasi yang bisa Anda terapkan tentu saja dengan ikut berpartisipasi dalam berbagai forum atau grup anti hoax. Cara seperti ini memang sangat ideal. Apalagi masing-masing dari anggota pasti memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mengidentifikasi. Bila Anda menjadi bagian dari grup atau forum itu segera laporkan konten provokatif yang disebarkan melalui media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat