bisnis

Amran Tegaskan HPP Gabah Petani Stabil di Rp 6.500 Per Kg untuk Tingkatkan Kesejahteraan

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman, telah menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah petani yang akan tetap di angka Rp 6.500 per kilogram (kg) saat panen.

Keputusan ini diambil untuk memastikan stabilitas harga, meningkatkan kesejahteraan para petani, serta menjamin ketersediaan cadangan beras. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk mendukung keberlanjutan swasembada pangan di Indonesia.

Amran menjelaskan bahwa kebijakan ini telah diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2026 mengenai Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah untuk periode 2026-2029.

“Inpres ini menetapkan bahwa HPP gabah kering panen akan tetap di angka Rp 6.500 per kilogram untuk semua kualitas yang telah memasuki masa panen di tingkat petani,” ungkap Amran dalam keterangannya pada Rabu, 8 April 2026.

Inpres tersebut juga menetapkan target pengadaan gabah, yang setara dengan beras, sebanyak empat juta ton sepanjang tahun 2026 untuk memperkuat stok cadangan beras pemerintah (CBP).

Ia menambahkan bahwa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah mengarahkan agar upaya menjaga stok CBP nasional dilakukan melalui instruksi tersebut.

“Ketahanan pangan nasional, terutama dalam konteks stok cadangan beras pemerintah, terus diperkuat,” lanjutnya.

Selanjutnya, penyaluran CBP ini akan digunakan untuk berbagai program, seperti Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), pasar umum, bantuan pangan, serta tanggap darurat bencana.

Selain itu, CBP juga dapat disalurkan untuk program bagi aparatur sipil negara (ASN), mendukung pemenuhan gizi nasional, serta program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdee Merah Putih) dan kerja sama internasional dalam bantuan pangan.

Amran menyebutkan bahwa saat ini stok CBP berada pada tingkat tertinggi dalam sejarah Indonesia, mencapai 4,6 juta ton. Peningkatan signifikan ini dibandingkan dengan data pada awal April 2024 yang mencatatkan stok CBP hanya 740,7 ribu ton. Hal ini merupakan hasil dari visi besar Presiden Prabowo Subianto.

Ketika dibandingkan dengan stok CBP pada awal April 2025, stok pada April 2026 ini mengalami peningkatan hingga 85,6 persen. Pada minggu pertama April 2025, stok CBP tercatat sebanyak 2,42 juta ton.

Amran optimis bahwa keberadaan stok CBP yang melimpah ini dapat mengatasi berbagai tantangan geopolitik yang tengah memanas, serta siap menghadapi dampak dari fenomena El Nino yang diperkirakan akan muncul dalam beberapa bulan ke depan.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k