Penggantian Peralatan Komunikasi KRI Sriwijaya-100 oleh KSAL untuk Peningkatan Kinerja

Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Muhammad Ali, mengungkapkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk melakukan penggantian menyeluruh terhadap peralatan komunikasi yang terdapat di KRI Sriwijaya-100.
Langkah ini diambil karena peralatan komunikasi yang saat ini terpasang di kapal tersebut masih menggunakan versi dari North Atlantic Treaty Organization (NATO).
“Peralatan komunikasi yang berasal dari Italia itu adalah versi NATO. Mereka (NATO) tidak akan menyuplai perangkat komunikasi kepada pihak lain di luar anggotanya, sehingga kami akan mengganti dengan versi yang kami miliki,” jelas Ali dalam konferensi pers setelah menghadiri upacara penamaan dan pengibaran bendera di Deck KRI Sriwijaya-100, yang berlangsung di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada hari Kamis.
Ali tidak memberikan rincian mengenai teknologi komunikasi yang akan dipasang di kapal induk tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa proses penggantian teknologi ini tidak akan memakan waktu yang lama.
“Diperkirakan, dalam waktu sekitar empat hingga lima bulan, kapal ini sudah dapat beroperasi,” imbuhnya.
Setelah proses penggantian teknologi selesai, TNI AL akan siap menerjunkan KRI Sriwijaya-100 untuk melaksanakan misi sesuai dengan instruksi pimpinan.
Kapal induk yang dilengkapi oleh 400 personel TNI AL ini baru saja resmi berganti nama dari ITS Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Sriwijaya-100.
Setelah kapal induk ini resmi diterima oleh pemerintah Indonesia, TNI AL sebagai operator siap untuk mengerahkan KRI Sriwijaya-100 dalam berbagai misi, termasuk penanggulangan bencana.




