berita

Kepala BNPB dan Kasad Evaluasi Penanganan Karhutla di Kalteng dengan Fokus Utama yang Jelas

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan langkah proaktif dalam mempercepat koordinasi dan pelaksanaan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melakukan peninjauan langsung di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Kristomei, selaku kepala BNPB, menekankan bahwa penanganan karhutla memerlukan penggerakan sumber daya secara terpadu, yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta instansi teknis lainnya agar upaya penanggulangan dapat dilakukan dengan efektif dan tepat sasaran.

Kunjungan ini diadakan pada awal pekan ini dengan tujuan untuk memperkuat sinergi antar sektor guna menekan penyebaran titik api serta melindungi masyarakat dari dampak asap yang dihasilkan oleh kebakaran hutan di Kalimantan Tengah.

“Penanganan karhutla memerlukan kerjasama yang solid dan koordinasi yang kuat dari semua pihak. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah diambil secara terpadu, berlandaskan kondisi nyata di lapangan dan didukung oleh data serta informasi yang akurat,” ungkap Kristomei pada Selasa (20/10/2026).

Kristomei juga menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah mengendalikan titik api secepat mungkin dan memastikan bahwa dukungan logistik dari pusat bisa segera dikirimkan apabila terdapat kendala di tingkat daerah.

Sementara itu, laporan dari Direktorat Pengendalian Operasi BNPB menyebutkan bahwa hingga Rabu (13/10), lahan gambut yang sedang dalam proses pemadaman di Kalteng mencapai 7,8 hektare, sedangkan lahan mineral terbakar seluas 513,89 hektare. Lahan mineral ini termasuk di dalam wilayah Taman Nasional Tanjung Puting yang terletak di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan.

Capaian pemadaman kebakaran lahan setiap harinya telah mencapai rata-rata di atas 80 persen dari total luas lahan yang terbakar. Untuk mendukung operasi pemadaman ini, BNPB juga mengoptimalkan teknik water-bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Langkah-langkah pemadaman ini melibatkan pengerahan ribuan personel serta puluhan armada utama. Di Kalimantan Tengah, tim satuan tugas (satgas) udara telah melakukan enam kali sorting water-bombing dan dua kali sorting OMC.

Rata-rata, satu helikopter yang menjalankan misi pengeboman dapat memadamkan area seluas 3-5 hektare.

Dalam kunjungan strategis tersebut, Kepala BNPB Kristomei didampingi oleh Direktur Komando Pengendalian Operasi (Kordalops) Djohan Darmawan dan Direktur Rehabilitasi dan Rekonstruksi Perumahan (RRP) Mochamad Arief Hidayat.

“Melalui komando terpadu yang melibatkan BNPB, TNI, Polri, BMKG, dan BPBD, pemerintah terus memperkuat efektivitas operasi di lapangan untuk menanggulangi eskalasi karhutla di Kalimantan Tengah secara menyeluruh,” tegas Kristomei.

Related Articles

Back to top button
kpkgg