Gempa Magnitudo 7 Guncang NTT, Akibatkan 2 Korban Jiwa

Gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 7,0 telah mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus, tepatnya pukul 04.58.24 WIB. Menurut informasi yang diperbarui, pusat gempa terletak di laut dengan kedalaman 15 kilometer, berjarak sekitar 38 kilometer timur laut dari Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Kekuatan gempa tersebut dirasakan hingga ke beberapa wilayah NTT serta Sulawesi Selatan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Data dan Operasi (Pusdalops) bersama seluruh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang terkena dampak, terus memantau situasi serta berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan masyarakat dan menilai dampak dari guncangan tersebut.
Menurut laporan awal dari Komando Distrik Militer (Kodim) Sikka, dampak gempa terasa di Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka. Peristiwa ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia, sementara satu orang lainnya mengalami luka-luka. Korban yang meninggal terdiri dari seorang pria dan seorang wanita, dan saat ini data mengenai korban tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendataan lebih lanjut oleh tim yang berada di lokasi.
Berton SP Panjaitan, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, mengungkapkan bahwa tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, dan Polri masih melakukan upaya evakuasi di lokasi bencana. BNPB bersama BPBD Kabupaten Sikka terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk menangani korban serta memastikan kondisi masyarakat yang berada di sekitar daerah yang terdampak.
“Di Kabupaten Nagekeo, guncangan gempa terasa sangat kuat selama kurang lebih satu menit. Mayoritas warga merasakannya dan berhamburan keluar dari rumah,” ungkap Berton dalam keterangannya pada hari yang sama.
BPBD Kabupaten Nagekeo telah berkoordinasi dengan lembaga terkait menyusul adanya peringatan dini tsunami dan melakukan evakuasi terhadap warga yang tinggal di daerah pesisir.
Situasi serupa juga dilaporkan di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Manggarai Barat. Masyarakat di kedua daerah tersebut merasakan guncangan gempa yang sangat kuat selama sekitar satu menit, dan sebagian besar penduduk keluar dari rumah. BPBD di kedua wilayah tersebut melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan mengarahkan evakuasi bagi masyarakat yang berada di kawasan pesisir.
Guncangan gempa juga dirasakan di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, serta berbagai wilayah di Sulawesi Selatan, seperti Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Kepulauan Selayar, dan Kabupaten Maros. Banyak warga di daerah-daerah tersebut merasakan dampak guncangan dan sebagian besar dari mereka juga berhamburan keluar rumah.




