berita

Kapal Induk Terbesar Dunia Kembali ke AS Setelah Terlibat dalam Perang Iran

Kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, siap kembali ke pelabuhan asalnya di Virginia, Amerika Serikat. Kapal ini baru saja menyelesaikan penugasan luar biasa yang berlangsung lebih dari 300 hari di laut, termasuk keterlibatannya dalam operasi militer melawan Iran serta penangkapan pemimpin Venezuela, Nicolás Maduro. Informasi ini disampaikan oleh dua pejabat AS pada hari Rabu.

USS Ford diperkirakan akan meninggalkan wilayah Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang dan dijadwalkan tiba kembali di pelabuhan asalnya pada pertengahan Mei. Sumber yang berbicara dengan syarat anonim ini memberikan rincian tentang pergerakan militer yang sensitif.

Kapal induk ini telah mencetak rekor baru untuk penempatan terlama pasca-Perang Vietnam, yakni hampir sepuluh bulan sejak berangkat dari Pangkalan Angkatan Laut Norfolk pada bulan Juni lalu.

Pada hari ke-295 penugasannya, USS Ford telah melampaui catatan sebelumnya yang dipegang oleh kapal induk selama lima dekade terakhir. Sebelumnya, USS Abraham Lincoln mencatat penugasan terlama dengan durasi 294 hari pada tahun 2020 selama pandemi COVID-19, berdasarkan data yang dirilis oleh U.S. Naval Institute News, sebuah media yang dikelola oleh U.S. Naval Institute.

Durasi penugasan yang panjang ini menimbulkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap anggota militer yang terpisah dari keluarga dalam waktu yang lama, serta tekanan yang meningkat pada kapal dan peralatan. USS Ford sendiri mengalami insiden kebakaran yang mengharuskannya untuk menjalani perbaikan yang cukup mendalam.

Dalam sidang yang berlangsung pada hari Rabu di hadapan Komite Angkatan Bersenjata DPR, Menteri Pertahanan Pete Hegseth menjelaskan mengenai penugasan panjang kapal ini. Ia menyatakan bahwa ia telah berkonsultasi dengan pihak Angkatan Laut dan mendapatkan informasi mengenai pertimbangan kesiapan serta pemeliharaan kapal.

Hegseth mengemukakan bahwa kebutuhan operasional dari kedua komando — Southcom yang bertanggung jawab atas Amerika Latin dan Centcom di Timur Tengah — sering kali memerlukan penambahan aset secara mendesak. Hal ini pun mengharuskan adanya pengambilan keputusan yang sulit yang berujung pada perpanjangan masa penugasan.

USS Ford memulai misinya dengan berlayar menuju Laut Mediterania, sebelum akhirnya dialihkan ke Laut Karibia pada bulan Oktober. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pembangunan kekuatan angkatan laut terbesar di kawasan tersebut dalam beberapa generasi terakhir.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k