Rupiah Menguat Meskipun Tertekan Isu Defisit APBN dan Tensi Geopolitik Timur Tengah

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan mengalami pergerakan yang fluktuatif, meskipun pada perdagangan hari ini ditutup dengan penurunan.
Menurut data dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, nilai kurs rupiah berada di angka Rp 16.990 per Senin, 16 Maret 2026. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 56 poin dibandingkan dengan posisi sebelumnya yang tercatat pada Rp 16.934 pada perdagangan hari Jumat, 13 Maret 2026.
Di sisi lain, dalam perdagangan di pasar spot pada Selasa, 17 Maret 2026 sampai pukul 09.12 WIB, rupiah tercatat berada pada level Rp 16.973 per dolar AS. Posisi ini menunjukkan penguatan sebesar 24 poin atau 0,14 persen dari angka sebelumnya yang berada di Rp 16.997 per dolar AS.
Menurut analisis dari pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi, penurunan nilai rupiah saat ini disebabkan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Iran dan aliansi AS-Israel, terutama di wilayah Selat Hormuz.
Terdapat laporan bahwa pasukan marinir AS akan dikerahkan menuju Iran untuk melakukan serangan, di mana AS dan Israel terus melakukan serangan balasan terhadap Iran dalam konflik yang berkepanjangan ini.
“Situasi ini menunjukkan bahwa Iran masih memiliki kapasitas untuk melawan,” ungkap Ibrahim saat memberikan keterangan kepada media pada Selasa, 17 Maret 2026.
Di tengah ketegangan tersebut, Presiden AS, Donald Trump, juga menawarkan hadiah sebesar US$10 juta bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi mengenai keberadaan pemimpin baru Iran.
Langkah Trump ini semakin memanaskan situasi di kawasan Timur Tengah dan berpotensi menambah ketidakpastian dalam hubungan internasional.
“Meskipun mata uang rupiah mengalami fluktuasi, namun ditutup dengan level yang lebih rendah di kisaran Rp 16.990 hingga Rp 17.050,” jelasnya.
Sebagai tambahan informasi, Ibrahim juga mengungkapkan bahwa kekhawatiran terkait defisit anggaran dalam negeri semakin menambah tekanan terhadap nilai rupiah.
Pada perdagangan hari ini, pergerakan nilai rupiah sangat dipengaruhi oleh hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia serta ekspektasi terkait kebijakan suku bunga yang akan diputuskan oleh The Fed. The Fed dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan guna membahas kebijakan suku bunga dalam waktu dekat.




