Pangdam Udayana Selesaikan Antrean Panjang di Pelabuhan Gilimanuk Sebelum Nyepi

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto mengumumkan bahwa upaya untuk menyelesaikan antrean panjang di Pelabuhan Gilimanuk ditargetkan rampung pada 18 Maret 2026, yang bertepatan dengan sehari sebelum perayaan Hari Raya Nyepi.
“Insya Allah, kami optimis bahwa pada hari ini hingga dua hari ke depan, semua antrean akan terurai. Seperti yang disampaikan oleh Kapolda, target kami adalah pada tanggal 18, untuk pemudik yang akan meninggalkan Bali, antrean sudah sepenuhnya kosong,” ungkapnya di Denpasar pada hari Senin.
Dalam Rapat Koordinasi Penanganan Konflik Sosial yang dihadiri oleh Gubernur Bali dan Polda Bali, Mayjen Piek menjelaskan bahwa pada hari Minggu, 15 Maret, ia telah melakukan peninjauan langsung ke jalur mudik menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Ia menyadari adanya potensi kerawanan, terutama dari segi kepadatan lalu lintas. Namun, ia menekankan bahwa situasi yang terjadi saat ini adalah antrean panjang untuk menyeberang, bukan kemacetan yang sering dilaporkan di berbagai platform media sosial.
“Perlu dicatat bahwa ini bukanlah kemacetan, tetapi antrean. Kemacetan berarti kendaraan di depan tidak bergerak, sedangkan di sini, kendaraan di depan masih bisa melaju, hanya saja antreannya panjang,” jelasnya.
Pangdam IX/Udayana mengamati bahwa kondisi di Pelabuhan Gilimanuk menunjukkan perkembangan positif. Sebagai contoh, antrean yang sebelumnya mencapai 15 jam pada hari Sabtu, 14 Maret, berkurang menjadi 10 jam pada hari berikutnya.
Berbagai strategi telah diterapkan oleh jajaran Kodam yang bekerja sama dengan Polda Bali dalam mengatur lalu lintas. Salah satunya adalah menjadikan pangkalan mereka sebagai area istirahat bagi para pemudik yang sedang menunggu untuk menyeberang.
Dengan langkah-langkah tersebut, Mayjen Piek percaya bahwa antrean akan semakin berkurang hingga sepenuhnya terurai pada malam Pengerupukan, sehari sebelum Hari Raya Nyepi.
Kepala Kepolisian Daerah Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya, juga menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan masalah antrean mudik. Setelah mendengar informasi mengenai antrean yang mencapai 37 km, timnya segera berdiskusi untuk merumuskan langkah-langkah yang diperlukan agar kepadatan ini dapat teratasi pada 18 Maret mendatang.
“Tadi kami juga membahas mengapa informasi mengenai kemacetan total di Bali muncul hingga 37 km. Ada kebenarannya, tetapi tidak sepenuhnya akurat. Dalam beberapa hari ke depan, kami akan fokus untuk meredakan kepadatan pemudik yang ingin meninggalkan Bali,” tegasnya.
Dalam persiapan untuk Hari Raya Nyepi, Polda Bali juga mencermati tidak hanya antrean keluar Bali, tetapi juga antrean yang masuk ke pulau tersebut.
Dengan adanya kolaborasi antara berbagai pihak, diharapkan situasi lalu lintas di Pelabuhan Gilimanuk dapat lebih terkelola dengan baik, sehingga perayaan Nyepi dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan yang berarti.



