bisnis

40 Persen Gen Z Mengalami Stres Berat di Tempat Kerja, Apa Penyebabnya?

Jakarta – Generasi Z, yang mencakup individu yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, kini menghadapi tantangan signifikan di dunia kerja. Berbeda dengan generasi sebelumnya, pekerja muda saat ini menunjukkan tingkat kebahagiaan yang lebih rendah dan mengalami stres yang lebih tinggi, terutama ketika mereka memulai karier mereka.

Temuan ini diungkapkan dalam laporan Workplace Happiness Index yang disusun oleh Jobstreet by SEEK. Laporan ini menyoroti peningkatan tekanan yang dialami oleh pekerja muda, mengindikasikan bahwa kesejahteraan mental di tempat kerja merupakan isu penting yang perlu diperhatikan, terutama bagi generasi yang baru memasuki dunia kerja.

Menurut laporan tersebut, pekerja Gen Z di Malaysia melaporkan bahwa mereka mengalami tingkat kebahagiaan kerja yang lebih rendah dan tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan generasi yang lebih tua. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan tekanan yang dialami oleh karyawan yang baru memulai karier mereka, seperti yang dilansir oleh New Straits Times.

Stres yang dialami oleh Gen Z muncul sebagai akibat tuntutan untuk berkembang dengan cepat, meningkatkan keterampilan, serta membuktikan kemampuan di lingkungan kerja yang kompetitif. Generasi ini cenderung lebih rentan terhadap stres, terutama dalam beradaptasi dengan ekspektasi yang tinggi dalam waktu yang singkat.

Lebih lanjut, laporan tersebut mengungkapkan bahwa pengurangan stres menjadi elemen krusial dalam meningkatkan kebahagiaan kerja. Karyawan Gen Z menyatakan bahwa mengurangi stres akan secara signifikan meningkatkan kebahagiaan mereka hingga 40 persen, berbanding 35 persen untuk milenial dan 27 persen untuk Gen X.

Sebagai kelompok yang baru memasuki dunia kerja, Gen Z saat ini berusia antara 14 hingga 29 tahun. Banyak dari mereka masih dalam proses adaptasi dan pengembangan diri, sehingga menghadapi berbagai tantangan yang berkaitan dengan lingkungan kerja.

Meskipun secara umum mayoritas pekerja di Malaysia melaporkan merasa bahagia, laporan ini menekankan bahwa kondisi tersebut tidak sepenuhnya stabil. Peningkatan tekanan kerja dan risiko burnout menunjukkan bahwa kesejahteraan mental karyawan masih dalam kondisi yang rentan.

Perbedaan tingkat kebahagiaan juga tampak jelas di berbagai sektor industri. Sektor jasa profesional dan konstruksi mencatatkan tingkat kebahagiaan tertinggi, mencapai 78 persen. Sementara itu, sektor publik berada di angka 62 persen, sektor industri di 61 persen, dan sektor ritel, perhotelan, serta olahraga berada di posisi terendah dengan 55 persen.

Related Articles

Back to top button
slot qris depo 10k