China Ungkap Reruntuhan Gletser di Nepal Sebabkan Banjir Bandang yang Tewaskan Ratusan Orang

Pemerintah China pada hari Jumat mengonfirmasi bahwa runtuhnya gletser di dataran tinggi Nepal diduga menjadi penyebab bencana yang mengakibatkan sedikitnya 480 orang kehilangan nyawa di kedua sisi perbatasan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyatakan bahwa para ahli dan lembaga resmi dari China dan Nepal telah melakukan penilaian awal terkait penyebab bencana tersebut. Pernyataan ini disampaikan saat dia menjawab pertanyaan wartawan mengenai banjir bandang yang melanda wilayah utara dan tengah Nepal, serta bagian selatan Tibet di China pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Presiden Xi Jinping juga telah menginstruksikan para pejabat untuk berupaya keras dalam mencari semua warga negara China dan asing yang dilaporkan hilang akibat bencana ini.
Wilayah utara dan tengah Nepal mengalami banjir serta tanah longsor yang menerjang pemukiman di sepanjang Sungai Bhotekoshi dan Trishuli, menyeret banyak orang sekaligus membawa material longsoran ke hilir sungai.
Di sisi perbatasan China, Kabupaten Gyirong di Daerah Otonom Xizang, yang lebih dikenal sebagai Tibet, juga mengalami longsoran lumpur yang parah.
Lin menegaskan bahwa “bencana ini kemungkinan besar dipicu oleh runtuhnya gletser di dataran tinggi Nepal,” merujuk pada peristiwa yang memicu kerusakan luas ini.
Pernyataan dari Beijing disampaikan saat jumlah korban tewas akibat banjir bandang yang dahsyat tersebut terus meningkat, mencapai angka 480, sementara lebih dari 1.200 orang, kebanyakan adalah warga negara asing, masih dinyatakan hilang.
Kepolisian Nepal melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat bencana banjir bandang tersebut mencapai 475 orang, sementara pihak China melaporkan lima orang lainnya telah meninggal.
Kekhawatiran baru muncul pada hari Jumat setelah terdapat laporan mengenai jebolnya danau bendungan besar yang terbentuk akibat banjir bandang. Hal ini berpotensi memicu gelombang air tambahan ke Sungai Bhotekoshi di Nepal, seperti yang dilansir oleh media setempat.
Pada hari Kamis, 27 Agustus, Beijing memperingatkan bahwa danau di dekat pertemuan antara Sungai Chhochen Khola dan Purepu Tsangpo sudah meluap dan berisiko tinggi untuk jebol.
Kedua sungai tersebut menyatu sebelum memasuki wilayah Nepal dan selanjutnya dikenal sebagai Sungai Bhotekoshi, yang merupakan anak sungai utama dari Sungai Trishuli.
Seorang pejabat penyelamat di Bandara Internasional Tribhuvan, Nepal, mengungkapkan, “Informasi yang diterima menyatakan bahwa danau di sisi China sudah jebol. Oleh karena itu, kami sedang mempersiapkan pengiriman helikopter dari Dhunche dan Rasuwa untuk melakukan pengintaian.”




