Denada Ungkap Rahasia 24 Tahun ke Aisha Soal Ressa, Begini Reaksi Pertama Aisha

Jakarta – Momen emosional melingkupi hidup Denada saat ia akhirnya berani membuka sebuah rahasia yang selama lebih dari dua dekade tersimpan rapat. Dalam sebuah acara di program FYP, ia berbagi kisah mengenai pengakuan yang ia sampaikan kepada putrinya, Aisha Aurum, mengenai keberadaan kakak kandungnya, Ressa Rizky Rosano.
Selama 24 tahun, Denada memilih untuk tidak mengakui Ressa sebagai anaknya. Keputusan itu kini menjadi beban yang ia sesali, dan ia pun bertekad untuk memperbaiki kesalahan masa lalunya. Namun, langkah awal yang ia prioritaskan bukanlah bagaimana publik akan merespons, melainkan bagaimana menyampaikan kebenaran tersebut kepada Aisha dengan cara yang bijak. Mari kita simak cerita lengkapnya.
“Akhirnya dia tahu, dari aku, langsung aku ceritakan,” ungkap Denada dalam tayangan Youtube, pada Minggu, 12 April 2026.
Denada menegaskan bahwa ia tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama, terutama dalam hal keterbukaan kepada anaknya.
“Aku tidak mau kesalahan yang pernah aku lakukan ini terulang lagi, jadi Aisha harus tahu dari mulutku sendiri,” tambahnya.
Keseriusan Denada dalam mengatasi situasi ini terlihat jelas ketika ia memutuskan untuk melibatkan seorang psikolog dalam proses penyampaian kabar tersebut. Ia ingin memastikan bahwa kondisi mental Aisha tetap terjaga saat menerima informasi yang cukup berat. Pendekatan ini terbukti efektif, karena Aisha mampu menerima kenyataan dengan baik.
“Alhamdulillah, Aisha bisa menerima,” ungkapnya dengan lega.
Denada tidak berhenti di situ. Ia segera mengambil tindakan lanjutan untuk mempertemukan kedua anaknya. Ia menghubungi Ressa dan mengundangnya untuk datang ke Singapura, tempat Aisha tinggal bersama ibunya.
“Aku bilang ke Ressa, ‘Ayo ke Singapura supaya bisa bertemu dengan adiknya.’ Ressa juga menjawab, ‘Ayo, Bu, mau,'” jelasnya.
Kisah keluarga ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah Ressa mengajukan gugatan perdata terhadap Denada di Pengadilan Negeri Banyuwangi pada 26 November 2025. Dalam gugatannya, Ressa menuntut pengakuan sebagai anak biologis dan meminta ganti rugi sebesar Rp7 miliar akibat dugaan penelantaran yang dialaminya selama bertahun-tahun.
Namun, situasi mulai beralih pada Februari 2026, ketika Denada akhirnya secara terbuka mengakui Ressa sebagai anaknya. Ia menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak mengasuh Ressa sejak bayi dipengaruhi oleh kondisi mentalnya yang belum stabil pada saat itu. Selain itu, ia juga mengungkap bahwa ayah biologis Ressa adalah sosok dari masa lalunya yang tidak bertanggung jawab.




