Foster Family: Mengapa Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Menambah Anggota Keluarga?

Kehadiran seorang bayi laki-laki baru-baru ini di rumah Raffi Ahmad dan Nagita Slavina telah menarik perhatian banyak orang.
Momen kebersamaan mereka dengan bayi yang akrab disapa Muhammad oleh anak-anak mereka viral di media sosial dan menimbulkan spekulasi bahwa pasangan ini kembali mengadopsi anak. Mari kita telusuri lebih lanjut!
Kabar tersebut semakin berkembang seiring dengan kurangnya penjelasan di awal. Namun, Nagita Slavina akhirnya memberikan klarifikasi mengenai isu ini dalam sebuah program televisi. Ia menegaskan bahwa bayi yang tinggal bersama mereka bukanlah anak adopsi.
“Sebetulnya, ini adalah bayi kesekian yang dititipkan di rumah,” jelas Nagita Slavina, seperti yang dilansir dari tayangan YouTube.
Nagita kemudian mengungkapkan bahwa dirinya terlibat dalam program sosial sebagai bagian dari foster family, atau keluarga asuh.
Dalam perannya ini, ia bekerja sama dengan sebuah yayasan untuk merawat bayi dalam jangka waktu tertentu sebelum bayi tersebut dikembalikan ke sistem pengasuhan yang lebih permanen.
“Sebenarnya, bayi-bayi ini diserahkan kepada yayasan, dan aku terdaftar sebagai foster home, foster family untuk beberapa bulan,” tuturnya.
Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan foster family?
Menurut informasi dari UNICEF, foster family adalah bentuk pengasuhan alternatif bagi anak-anak yang tidak dapat tinggal bersama keluarga biologis mereka.
Berbeda dengan adopsi yang bersifat permanen, sistem ini bersifat sementara. Keluarga asuh memberikan tempat tinggal, kasih sayang, dan perhatian hingga anak mendapatkan solusi pengasuhan yang lebih stabil dalam jangka panjang.
Dalam praktiknya, menjadi orang tua asuh bukan hanya sekadar memenuhi tanggung jawab administratif. Lebih dari itu, peran ini membutuhkan empati dan komitmen emosional untuk membantu anak merasa aman dan dicintai.
Orang tua asuh tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga membangun ikatan batin yang sangat penting bagi perkembangan psikologis anak.
Selain itu, sistem foster care juga melibatkan dukungan dari lembaga sosial dan pemerintah. Proses seleksi, pelatihan, hingga pendampingan dilakukan untuk memastikan kesejahteraan anak tetap terjaga.
Peran sebagai foster family adalah bukti bahwa kepedulian terhadap anak-anak dapat diwujudkan melalui berbagai cara, termasuk dengan membuka rumah sebagai tempat singgah yang penuh kasih.




