Bitcoin Terkunci di Level US$70.000, Simak Analisis Terbaru dari Ahli Finansial

Harga Bitcoin mengalami pergerakan yang tidak menentu dan saat ini bertahan di sekitar angka US$70.000. Situasi ini muncul setelah pekan yang dipenuhi ketidakpastian akibat ketegangan geopolitik yang semakin meningkat serta pertemuan baru-baru ini antara bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).
Menurut laporan terbaru dari Crypto News, Bitcoin saat ini diperdagangkan pada level US$70.672,50 per 21 Maret 2026. Meskipun terjadi penurunan tipis dalam 24 jam terakhir, aset digital ini masih mencatatkan penguatan sebesar 0,11 persen dalam sepekan terakhir.
Dalam beberapa hari sebelumnya, Bitcoin sempat mendekati angka US$74.000 dua kali, tetapi gagal menembus level psikologis di angka US$70.000 setelah terjadinya serangan militer AS terhadap infrastruktur di Iran.
Meskipun sempat mencapai puncaknya di US$76.000, yang merupakan level tertinggi dalam hampir enam pekan, penguatan harga ini tidak bertahan lama. Bitcoin kemudian mengalami koreksi, turun ke kisaran US$74.000, sebelum akhirnya merosot lagi menjadi US$71.200 menjelang keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan di antara 3,5 persen hingga 3,75 persen.
Setelah The Fed mengumumkan keputusan untuk menahan suku bunga sesuai dengan harapan pasar, Bitcoin sempat rebound ke level US$72.000. Namun, pernyataan dari Ketua The Fed, Jerome Powell, mengenai inflasi dan kondisi ekonomi saat ini kembali menekan harga, yang membuatnya turun menjadi US$68.800 sebelum kembali naik di atas US$70.000.
Analis kripto, Michaël van de Poppe, menyoroti pola valuasi Bitcoin yang terlihat mirip dengan pola teknikal sebelumnya. Dia mencatat, “Ini tidak serta merta menunjukkan bahwa kita akan langsung mengalami kenaikan dari sini,” dan mengingatkan bahwa pola serupa yang terjadi pada tahun 2015, 2018, dan 2020 justru menandakan titik terendah dalam siklus bearish.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh analis lain dari CryptosRus, yang mencatat bahwa Bitcoin saat ini diperdagangkan mendekati harga realized price. Level ini sering kali bertepatan dengan titik terendah dalam siklus pasar.
“Setiap kali BTC mencapai zona ini, biasanya tidak bertahan lama,” ungkapnya.
Sementara itu, analis dari CryptoQuant, burakkesmeci, mencatat adanya dukungan kuat dari sisi permintaan. Data arus dana di Binance menunjukkan adanya tren akumulasi yang konsisten.
Ia mencatat bahwa rata-rata sekitar US$55 juta Bitcoin keluar dari Binance setiap hari, yang menunjukkan bahwa para investor cenderung menyimpan aset mereka di luar bursa. Tren ini berkontribusi pada kenaikan Bitcoin dari US$65.000 ke US$74.000 dan menjelaskan mengapa harga tetap stabil meskipun pasar global mengalami tekanan.



