90 Persen Kode Mobil Otonom Saat Ini Diciptakan oleh AI, Simak Faktanya

General Motors (GM) kembali mengejutkan industri otomotif dan teknologi dengan pernyataan terbaru. Perusahaan asal Amerika Serikat ini mengungkapkan bahwa hampir 90 persen kode perangkat lunak untuk teknologi mobil otonom yang mereka kembangkan kini ditulis menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Pernyataan ini disampaikan oleh CEO GM, Mary Barra, dalam laporan keuangan kuartal pertama tahun 2026. Langkah ini menegaskan bahwa AI telah bertransformasi dari sekadar fitur tambahan menjadi elemen krusial dalam pengembangan kendaraan masa depan.
Barra menjelaskan bahwa penerapan AI dalam proses pengembangan ini membantu GM mempercepat inovasi pada teknologi berkendara otonom. Dengan AI, perusahaan dapat menghasilkan kode perangkat lunak dalam jumlah besar yang sebelumnya memerlukan penulisan manual oleh para insinyur.
Teknologi ini akan menjadi dasar bagi generasi terbaru sistem Super Cruise, yang merupakan fitur bantuan berkendara dari GM, dan telah tersedia di berbagai model kendaraan seperti Cadillac, Chevrolet, GMC, dan Buick.
GM juga memiliki rencana ambisius untuk menghadirkan fitur “eyes-off, hands-off driving” pada tahun 2028. Fitur ini memungkinkan pengemudi untuk melepaskan tangan dari setir dan tidak perlu terus-menerus memantau jalan dalam situasi tertentu, khususnya saat berkendara di jalan tol.
Generasi baru Super Cruise akan memanfaatkan kombinasi lidar, radar, dan kamera beresolusi tinggi untuk memantau kondisi jalan secara real-time. Sistem ini juga akan dilengkapi dengan lampu indikator berwarna turquoise yang menunjukkan kepada pengguna lain bahwa kendaraan sedang beroperasi secara otomatis.
Dalam pengembangan AI ini, GM memanfaatkan data dari jutaan mil perjalanan nyata. Perusahaan mengklaim bahwa sistem mereka kini dilatih menggunakan simulasi yang berjalan hingga 50 ribu kali lebih cepat daripada kondisi di dunia nyata.
Selain pengujian virtual, GM mulai memperluas uji coba kendaraan otonom mereka di jalan umum di seluruh Amerika Serikat dengan pengawasan langsung untuk memastikan keselamatan dan efektivitas teknologi yang dikembangkan.
Strategi besar GM ini muncul setelah penutupan divisi robotaxi Cruise pada akhir tahun 2024, yang disebabkan oleh berbagai kontroversi dan masalah regulasi. Teknologi serta tim yang sebelumnya berada di Cruise kini dialihkan untuk fokus pada pengembangan Super Cruise.
Meskipun mendapat kritik akibat kegagalan proyek robotaxi, GM tampaknya tidak menyerah dalam upayanya mengembangkan kendaraan otonom. Perusahaan kini lebih memilih untuk fokus pada fitur autonomous driving untuk mobil pribadi alih-alih layanan taksi tanpa sopir.




