Masa perkembangan anak seharusnya tidak hanya dipenuhi dengan aktivitas belajar yang kaku. Aktivitas seperti bermain, berbincang, dan mencoba hal-hal baru bersama orang tua dapat menjadi bagian penting dari proses belajar, yang membuat anak merasa lebih aman dan nyaman untuk menjelajahi dunia di sekitar mereka.
Lingkungan pembelajaran yang positif dianggap krusial untuk membantu anak-anak membangun rasa percaya diri. Ketika anak merasa dihargai dan tidak takut melakukan kesalahan, mereka memiliki lebih banyak ruang untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan kemampuan untuk memecahkan masalah.
Irma Gustiana A. S.Psi., M.Psi., seorang psikolog anak dan keluarga, menegaskan bahwa menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sangat penting, termasuk dalam konteks keluarga.
“Anak-anak akan lebih cepat belajar ketika mereka merasa aman secara emosional, dihargai, dan memiliki kesempatan untuk berinovasi tanpa rasa takut akan kesalahan. Lingkungan belajar yang menyenangkan juga berkontribusi pada perkembangan rasa ingin tahu, kreativitas, serta kemampuan memecahkan masalah dan berani mencoba hal-hal baru,” jelas Irma dalam pernyataannya yang dikutip pada 9 September 2026.
Oleh karena itu, peranan orang tua sangat penting dalam menciptakan atmosfer belajar yang bebas dari tekanan. Rumah, sebagai tempat pertama bagi anak-anak, dapat menjadi ruang yang mengenalkan mereka pada berbagai hal baru melalui aktivitas sederhana.
Peran Ibu dalam Membangun Ekosistem yang Mendukung Anak
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Veronica Tan, juga menggarisbawahi pentingnya kehadiran orang tua dalam mendukung masa tumbuh kembang anak.
“Saya percaya bahwa perempuan yang berdaya dapat memperkuat keluarga dan komunitas. Di tengah berbagai tantangan yang ada, kita perlu bersinergi dan saling mendukung. Salah satu hal yang sangat penting adalah bagaimana kita meluangkan waktu berkualitas untuk anak-anak di masa perkembangan mereka,” ungkapnya.
Veronica menambahkan, “Apa yang anak lihat, kata-kata yang mereka dengar, serta kasih sayang yang diberikan oleh orang tua akan sangat diperhatikan oleh mereka. Oleh karena itu, mari kita berkomitmen untuk meluangkan waktu bersama anak, mendidik dan menemani mereka dalam proses belajar.”
Menurut Hj. Kusnainik, M.AP, Wakil Sekretaris PP Fatayat NU, ibu memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang mendukung proses belajar anak sejak di rumah.
Anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar pendidikan formal; mereka juga memerlukan dukungan emosional dan sosial yang dapat diperoleh dari interaksi dengan orang tua.
Lingkungan yang hangat dan mendukung di rumah dapat memfasilitasi perkembangan keterampilan sosial dan emosional anak. Meluangkan waktu berkualitas untuk anak-anak tidak hanya membantu mereka belajar, tetapi juga memperkuat ikatan antara orang tua dan anak.
Dalam praktiknya, meluangkan waktu berkualitas untuk anak-anak dapat dilakukan melalui berbagai cara sederhana. Beberapa di antaranya adalah:
– Mengadakan permainan bersama yang melibatkan seluruh keluarga.
– Mengatur waktu untuk berdiskusi tentang pengalaman sehari-hari.
– Mengajak anak berkunjung ke tempat-tempat baru, seperti museum atau taman.
– Membaca cerita sebelum tidur untuk meningkatkan imajinasi mereka.
– Mengajak anak berpartisipasi dalam kegiatan memasak atau berkebun.
Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar dalam suasana yang menyenangkan.
Keterlibatan orang tua dalam aktivitas sehari-hari anak sangat penting. Hal ini tidak hanya membantu anak dalam belajar tetapi juga memberikan mereka rasa aman dan dicintai. Ketika orang tua menunjukkan perhatian dan kasih sayang, anak akan merasa lebih berharga dan termotivasi untuk belajar.
Seiring bertambahnya usia, anak-anak akan menghadapi tantangan baru, baik di sekolah maupun dalam kehidupan sosial mereka. Dengan memberikan waktu berkualitas dan dukungan yang konsisten, orang tua dapat membantu anak-anak mereka mengembangkan ketahanan dan kemampuan untuk menghadapi berbagai situasi.
Kehadiran orang tua dalam hidup anak juga memberikan contoh yang baik. Ketika anak melihat orang tua mereka berkomitmen untuk meluangkan waktu berkualitas, mereka akan belajar pentingnya nilai-nilai tersebut dan cenderung untuk menerapkannya dalam kehidupan mereka sendiri.
Pada akhirnya, meluangkan waktu berkualitas untuk anak-anak adalah investasi yang tidak ternilai. Ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan pendidikan mereka, tetapi juga tentang membangun hubungan yang kuat dan saling mendukung dalam keluarga.
Dengan menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung, orang tua dapat membantu anak-anak mereka tumbuh menjadi individu yang percaya diri, kreatif, dan mampu menghadapi tantangan di masa depan.

