Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan penghormatannya kepada Raja Charles III dengan menyatakan bahwa “Amerika tidak pernah memiliki teman yang lebih dekat daripada Inggris.” Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah upacara penyambutan resmi yang berlangsung di Gedung Putih pada hari Selasa, 28 April 2026.
Selama upacara tersebut, terlihat jelas ikatan yang hangat antara Trump dan Raja Charles III. Momen tersebut berlangsung di Halaman Selatan Gedung Putih di Washington, DC, yang menjadi saksi bagi pertemuan penuh makna antara kedua pemimpin.
Trump mengemukakan, “Sejak kita meraih kemerdekaan, Inggris selalu menjadi teman terdekat yang dimiliki Amerika.” Dia menambahkan, “Kita memiliki akar yang sama, berbicara dalam bahasa yang sama, dan meyakini nilai-nilai yang sejalan. Bersama-sama, kita telah mempertahankan peradaban luar biasa di bawah dua panji merah, putih, dan biru.”
Kunjungan Raja Charles III ini berlangsung di tengah kondisi hubungan yang kurang harmonis antara Trump dan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Ketegangan tersebut sebagian disebabkan oleh ketidaksetujuan Inggris terkait perang yang dilakukan Amerika Serikat melawan Iran. Namun, tampaknya Trump mengesampingkan isu tersebut, dengan menekankan pentingnya kemitraan yang dalam antara kedua negara.
“Di bawah bendera yang megah tersebut, delapan dekade lalu, keluarga Perdana Menteri Winston Churchill dan Presiden Franklin Roosevelt bertemu di sebuah kapal di Atlantik Utara untuk merumuskan sebuah visi bagi dunia yang bebas, pasca-Perang Dunia Kedua,” ungkap Trump. Dia menekankan bahwa pemahaman tentang ikatan unik antara kedua bangsa dan perannya dalam sejarah adalah inti dari hubungan istimewa yang dimiliki.
Trump juga menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan Inggris merupakan “dua negara paling luar biasa yang pernah ada di dunia.”
Setelah pertemuan pribadi mereka di Ruang Oval, Trump menggambarkan pertemuan dengan Raja Charles sebagai “sangat baik” dan menyebut raja sebagai “individu yang fantastis.”
Raja Charles III tiba di Amerika Serikat pada Senin, 27 April 2026, untuk melakukan kunjungan resmi. Dalam agenda kunjungannya, Raja Charles dijadwalkan untuk memberikan pidato di hadapan Kongres AS, yang menandai pidato pertama seorang anggota keluarga kerajaan Inggris di hadapan anggota parlemen AS sejak tahun 1991.

