Transformasi ekonomi desa yang berlandaskan pengelolaan sumber daya lokal semakin menunjukkan kemajuan yang menggembirakan. Desa Tugu Selatan, yang terletak di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, merupakan contoh nyata bagaimana kekuatan alam, tradisi, dan inovasi dapat diintegrasikan untuk menciptakan ekosistem ekonomi desa yang produktif.
Desa ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Cianjur dan dikelilingi oleh panorama alam yang menawan. Keberhasilan Tugu Selatan dalam mengoptimalkan berbagai potensi lokal tidak hanya berfungsi sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat kohesi sosial di kalangan masyarakat setempat.
Bagi masyarakat Tugu Selatan, alam bukan sekadar latar belakang kehidupan, melainkan juga menjadi landasan penghidupan mereka. Aktivitas ekonomi di desa ini berkembang pesat melalui sektor pertanian, peternakan, dan pariwisata yang berbasis pada kearifan lokal, semuanya dijalankan secara berkelanjutan dengan dukungan pemandangan pegunungan yang menawan.
Kepala Desa Tugu Selatan, M. Eko Windiana, mengungkapkan bahwa transformasi desa mulai mengalami akselerasi sejak Tugu Selatan terpilih sebagai salah satu nominasi dalam program BRILiaN, sebuah inisiatif pemberdayaan desa dari BRI. Keterlibatan berbagai pihak telah membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan usaha masyarakat, peningkatan layanan desa, dan akses yang lebih baik terhadap pembiayaan perbankan.
“Nama Kampung Koboi muncul karena di desa kami terdapat sebuah kawasan yang sejak dulu dikenal sebagai Kampung Teksas. Kebetulan, mayoritas penduduk Kampung Teksas adalah penunggang kuda,” jelas Eko.
Pengembangan Kampung Koboi menjadi salah satu contoh nyata dari transformasi tersebut. Destinasi wisata ini berawal dari identitas Kampung Teksas sebagai tempat bagi para penunggang kuda, yang kemudian dikemas menjadi atraksi wisata edukatif. Selain memberikan pengalaman menarik bagi pengunjung, keberadaan Kampung Koboi juga menciptakan peluang usaha baru serta ruang pembelajaran dan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pengembangan ekonomi desa dijalankan secara terintegrasi, mencakup berbagai unit usaha seperti layanan internet desa, Café Landing Para Layang yang mendukung UMKM lokal, serta pengelolaan Kampung Koboi sebagai ikon wisata. BUMDes juga menyediakan layanan keuangan melalui BRILink Agen, sehingga masyarakat dapat lebih mudah dan efisien dalam mengakses transaksi keuangan.
Kehadiran Kampung Koboi memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, terutama bagi para penunggang kuda. Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan membuka peluang pendapatan baru, sementara dukungan dari BRI melalui pembiayaan dan penguatan infrastruktur turut berkontribusi pada pengembangan usaha masyarakat. Sejumlah pelaku usaha telah memanfaatkan akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung perkembangan usaha mereka.

