Tim Muda Indonesia Siap Menggebrak Asia di BAC 2026, Debutan Menjadi Sorotan Utama

Ningbo – Ajang Badminton Asia Championships 2026 resmi dibuka pada hari Senin, 7 April, di Ningbo Olympic Sports Center, China, membawa harapan besar bagi tim bulu tangkis Indonesia.
Berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya, kali ini skuad Merah Putih dipenuhi oleh para pemain muda yang siap menampilkan performa terbaik mereka untuk mencuri perhatian di turnamen prestisius ini.
Kejuaraan ini, yang setara dengan level BWF Super 1000, menjadi kesempatan emas bagi para atlet muda untuk mengasah mental dan menunjukkan kualitas mereka di hadapan para pemain elite Asia.
Salah satu sosok yang menarik perhatian adalah Thalita Ramadhani Wiryawan, debutan di sektor tunggal putri. Bagi Thalita, partisipasinya di BAC merupakan pengalaman pertama yang penuh tantangan sekaligus peluang berharga.
“Persiapan untuk BAC ini cukup matang, terutama karena ini adalah pertandingan BAC pertama saya, sehingga saya merasa sangat antusias,” ungkap Thalita dalam rilis resmi PBSI.
Meski masih berstatus sebagai debutan, Thalita datang dengan bekal pengalaman yang cukup. Ia menyebutkan bahwa pengalamannya saat membela Indonesia di Badminton Asia Team Championships 2026 sangat berguna untuk menghadapi tekanan di level individu.
“Saat bertanding di BATC kemarin, saya banyak belajar dari pengalaman melawan pemain-pemain senior. Itu menjadi modal berharga untuk meningkatkan rasa percaya diri dan bermain dengan lebih lepas di sini,” tambahnya.
Optimisme serupa juga dirasakan oleh pasangan ganda putra Devin Artha Wahyudi dan Ali Faathir Rayhan, yang merasakan atmosfer BAC untuk pertama kalinya.
“Kami merasa bangga dan senang bisa berpartisipasi di BAC kali ini,” kata Faathir.
Devin menambahkan bahwa tingginya level kompetisi mengharuskan mereka meningkatkan standar persiapan mereka.
“Karena ini adalah level Super 1000, pastinya lawan-lawan kami memiliki kualitas yang lebih baik, sehingga persiapan kami harus lebih intens daripada biasanya. Setelah mengetahui kami dipercaya untuk bertanding di sini, kami berusaha lebih keras dari biasanya,” ungkap Devin.
Namun, menjelang turnamen dimulai, komposisi pemain muda Indonesia mengalami perubahan. Ganda putri Isyana Syahira Meida dan Rinjani Kwinnara Nastine terpaksa mundur karena Rinjani terjangkit tifus dan belum sepenuhnya pulih. Keberadaan pasangan ini yang absen tentu menjadi kehilangan, namun di sisi lain membuka peluang bagi pemain muda lainnya untuk bersinar.



