Site icon Kodokoala Media

Tentara Prancis Tewas di Lebanon, Macron Menyalahkan Hizbullah atas Insiden Tersebut

Seorang anggota pasukan penjaga perdamaian asal Prancis yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tewas akibat serangan tembakan senjata ringan di wilayah selatan Lebanon pada Sabtu pagi. Insiden ini juga mengakibatkan tiga prajurit lainnya mengalami luka-luka, dengan dua di antaranya dalam kondisi kritis.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, bersama UNIFIL, segera mengaitkan insiden tersebut dengan kelompok Hizbullah. Namun, Hizbullah membantah semua tuduhan yang diarahkan kepada mereka.

“Semua petunjuk menunjukkan bahwa Hizbullah bertanggung jawab atas serangan ini,” cuit Macron melalui media sosial, seperti dilansir oleh sumber berita. “Prancis mendesak otoritas Lebanon untuk segera menangkap pelaku dan memastikan mereka mempertanggungjawabkan tindakan mereka bersama UNIFIL,” yang merupakan misi PBB di Lebanon selatan.

Serangan tersebut terjadi dekat desa Ghandouriyeh, hanya sehari setelah gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Hizbullah diberlakukan pada tengah malam Kamis.

Macron mengidentifikasi prajurit yang meninggal sebagai Sersan Staf Florian Montorio dari Resimen Insinyur Parasut ke-17 Montauban. Ia menjelaskan bahwa Montorio dan timnya sedang menjalankan misi untuk membuka akses jalan menuju pos UNIFIL yang terisolasi akibat pertempuran sebelumnya.

“Bangsa ini memberikan penghormatan dan dukungan kepada keluarga prajurit kami serta seluruh personel militer yang terlibat dalam upaya perdamaian di Lebanon,” ujar Macron.

Menteri Angkatan Bersenjata Prancis, Catherine Vautrin, mengungkapkan pada hari yang sama bahwa prajurit tersebut tewas dalam sebuah penyergapan. Ia menambahkan bahwa prajurit itu sedang dalam misi untuk membuka akses jalan menuju pos UNIFIL yang telah terisolasi selama beberapa hari akibat pertempuran di daerah tersebut antara Hizbullah dan pasukan Israel.

“Ia terjebak dalam penyergapan oleh kelompok bersenjata dari jarak dekat,” jelasnya di platform media sosial. “Ia terkena tembakan langsung dari senjata ringan dan ditarik mundur oleh rekan-rekannya, yang tidak dapat menyelamatkannya.”

UNIFIL melaporkan bahwa patroli yang bertugas membersihkan bahan peledak di sepanjang jalan di desa Ghandouriyeh pada hari Sabtu diserang oleh tembakan senjata ringan yang berasal dari aktor non-negara. Dalam insiden tersebut, satu anggota penjaga perdamaian meninggal akibat luka-lukanya, dan tiga lainnya terluka, dua di antaranya dengan kondisi serius.

Exit mobile version