Site icon Kodokoala Media

Sinopsis Film “Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan”: Menyoroti Keresahan Gen Z dalam Keluarga

Jakarta – Industri film Indonesia kembali menyuguhkan kisah yang penuh emosi melalui film drama keluarga berjudul “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan”. Film yang diproduksi oleh Rapi Films berkolaborasi dengan Screenplay Films dan Vortera Studios ini telah merilis trailer dan poster pertamanya, menjelang penayangan di bioskop yang dijadwalkan pada 13 Mei 2026.

Disutradarai oleh Kuntz Agus dan ditulis oleh Alim Sudio, film ini menggambarkan realitas kehidupan generasi muda, terutama Gen Z, yang seringkali terjebak dalam dilema antara mengejar ambisi pribadi dan memenuhi tanggung jawab terhadap keluarga.

Sinopsis film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan” membawa penonton pada perjalanan emosional yang mendalam.

Cerita ini berfokus pada Kesha, yang dihidupkan oleh Yasmin Napper, seorang mahasiswi semester akhir jurusan film yang berjuang untuk menyelesaikan studinya sekaligus membangun masa depan yang mandiri.

Namun, kehidupan Kesha mengalami perubahan drastis ketika ibunya, Yuke Yolanda yang diperankan oleh Lulu Tobing, menunjukkan tanda-tanda penurunan daya ingat yang semakin parah.

Kondisi ini memaksa Kesha menghadapi kenyataan pahit bahwa sosok ibunya, yang selama ini menjadi pusat kasih sayang dalam keluarga, perlahan-lahan kehilangan ingatan tentang orang-orang terdekatnya. Di sinilah konflik batin Kesha mencapai puncaknya—antara mengejar impian yang telah ia bangun atau tetap berada di samping keluarga yang semakin rentan.

Film ini tidak hanya berfokus pada perjalanan Kesha, tetapi juga menunjukkan dinamika antara dua saudaranya yang lain. Kenya (Sofia Shireen), anak tengah yang dikenal berprestasi, harus menanggung ekspektasi tinggi di tengah keadaan keluarga yang tidak stabil.

Di sisi lain, Karlo (Jordan Omar), si bungsu, membutuhkan perhatian lebih akibat kondisi kesehatan yang kurang baik. Ketiga saudara ini terpaksa tumbuh lebih cepat dan menghadapi dilema besar ketika sosok ibu yang menjadi pengikat keluarga mulai melupakan mereka satu per satu.

Penulis skenario Alim Sudio menegaskan bahwa film ini merefleksikan keresahan yang dialami oleh generasi muda masa kini.

“Lewat karakter Kesha, kita menyaksikan hubungan yang berfluktuasi dengan ayah, ibu, dan adik-adiknya. Pada akhirnya, ia mencapai titik di mana ia menyadari bahwa di balik pencapaian yang dikejar, keluarga adalah satu-satunya hal yang akan selalu diingatnya,” ungkap Alim Sudio dalam konferensi pers yang berlangsung di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Senin, 13 April 2026.

Film “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan” tidak hanya menawarkan kisah yang menyentuh, tetapi juga menggugah kesadaran akan tantangan yang dihadapi oleh generasi Gen Z. Melalui karakter Kesha, penonton diundang untuk merenungkan nilai-nilai keluarga dan pentingnya mengatasi konflik internal yang sering muncul di tengah ambisi pribadi.

Generasi Z, yang dikenal sebagai generasi digital, seringkali berjuang untuk menemukan keseimbangan antara mengejar karir dan tanggung jawab keluarga. Ketika ambisi bertemu dengan realita, film ini menggambarkan bagaimana Kesha dan saudaranya berusaha untuk menyatukan dua dunia yang sering kali sulit untuk dipadukan.

Kehidupan Kesha yang penuh dilema ini menjadi cerminan dari situasi yang dihadapi banyak anak muda saat ini. Dengan tekanan sosial yang tinggi dan ekspektasi yang terus meningkat, banyak dari mereka merasa terjebak di antara keinginan untuk meraih impian dan kewajiban untuk menjaga keharmonisan keluarga.

Film ini juga menunjukkan bahwa tidak ada jawaban yang mudah ketika berhadapan dengan dilema semacam ini. Kesha, Kenya, dan Karlo masing-masing memiliki cara unik untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Mereka belajar bahwa dukungan satu sama lain adalah kunci untuk bertahan di tengah kesulitan.

Melalui narasi yang kuat dan penggambaran karakter yang mendalam, film ini berhasil menghadirkan gambaran nyata tentang kehidupan keluarga yang sedang menghadapi tantangan. Penonton diajak untuk merasakan setiap konflik, harapan, dan ketakutan yang dialami oleh karakter-karakter dalam film ini.

Film ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi penonton, terutama untuk generasi muda yang sedang mencari jati diri dan tempat mereka dalam dunia yang terus berubah. Dengan memadukan elemen drama dan realisme, “Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan” menjadi sebuah karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi.

Dengan peluncuran film ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami keresahan yang dialami oleh Gen Z, dan bagaimana pentingnya komunikasi serta dukungan dalam keluarga untuk menghadapi tantangan yang ada. Kisah Kesha dan keluarganya adalah pengingat bahwa meskipun hidup penuh dengan ketidakpastian, cinta dan kebersamaan adalah hal yang akan selalu ada di dalam ingatan kita.

Exit mobile version