Site icon Kodokoala Media

SIG Targetkan Belanja Suku Cadang Lokal Mencapai Rp809 Miliar pada 2026 dengan Kenaikan 2,79%

PT Semen Indonesia Tbk (SIG) telah mengumumkan bahwa belanja suku cadang lokal diperkirakan akan meningkat sebesar 2,79 persen, mencapai Rp809 miliar pada tahun 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp787 miliar. Peningkatan ini mencerminkan keseriusan perusahaan dalam mendukung Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Vita Mahreyni, Corporate Secretary SIG, menekankan bahwa peningkatan penggunaan produk lokal bukan hanya sekadar memenuhi ketentuan regulasi. Lebih dari itu, langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan yang sejalan dengan Sustainability Road Map SIG 2030.

Dalam upaya mendorong TKDN secara berkelanjutan, SIG terlibat aktif dalam pengembangan komponen suku cadang melalui kolaborasi di bidang Riset dan Pengembangan (R&D) dengan berbagai mitra industri dan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas produksi, inovasi teknologi, dan daya saing produk yang diproduksi di dalam negeri, seperti yang diungkapkan oleh Vita pada 30 April 2026.

Vita juga mengungkapkan bahwa kenaikan belanja suku cadang ini mengalami lonjakan signifikan sebesar 164,3 persen dari baseline tahun 2020, yang hanya mencapai Rp306 miliar. Peningkatan tersebut merupakan bagian dari strategi SIG untuk memperkuat rantai pasok domestik dan meningkatkan efisiensi operasional di tengah persaingan yang ketat dalam industri bahan bangunan.

Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa implementasi praktik pengadaan berkelanjutan yang diadopsi perusahaan bertujuan untuk memperkuat pemasok lokal sambil tetap menjaga efisiensi dan daya saing. Pendekatan ini sejalan dengan transformasi berbasis ESG (Environmental, Social, Governance) yang bertujuan untuk menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Sebagai salah satu produsen bahan bangunan terkemuka di Indonesia, SIG mengutamakan penggunaan produk dalam negeri dalam setiap tahap pengadaan, mulai dari bahan baku, suku cadang, hingga jasa penunjang industri. Strategi ini dinilai mampu memperkuat fondasi bisnis melalui penghematan biaya dan optimalisasi rantai pasok yang berbasis sumber daya lokal.

Sepanjang tahun 2025, SIG melaporkan total belanja produk dalam negeri (PDN) mencapai Rp21,79 triliun, setara dengan 93,47 persen dari total belanja barang dan jasa yang mencapai Rp23,32 triliun. Capaian ini menjadi kontribusi signifikan perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, meskipun dalam situasi global yang dinamis.

SIG juga terus berupaya meningkatkan daya saing produk lokal melalui inovasi, termasuk pengembangan semen rendah karbon. Inovasi ini memanfaatkan bahan baku domestik untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi emisi, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan lingkungan.

Exit mobile version