Site icon Kodokoala Media

Sahroni Tegaskan Kunjungan Prabowo ke Rusia Hindari Hoaks yang Merusak Kritik Konstruktif kepada Pemerintah

Viralnya berbagai video hoaks yang berusaha memanipulasi agenda kunjungan kenegaraan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ke Rusia baru-baru ini menjadi sorotan.

Salah satu video yang beredar menunjukkan momen ketika Presiden Vladimir Putin diduga mengabaikan jabat tangan Prabowo, di samping itu, Menteri Luar Negeri Sugiono tampak menundukkan kepala seperti orang yang tertidur saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11.

Namun, fakta sebenarnya menunjukkan bahwa Sugiono sedang membaca buku catatan kecil berwarna merah. Dengan adanya bukti rekaman lengkap, jelas bahwa tuduhan yang menyatakan sang menteri tertidur adalah tidak berdasar.

Menanggapi isu ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengekspresikan keprihatinannya atas banyaknya informasi keliru yang dapat merusak iklim demokrasi di Indonesia. Ia mencatat bahwa hoaks semacam ini dapat mengaburkan kritik konstruktif yang disampaikan oleh masyarakat.

“Hoaks-hoaks seperti ini sangat berbahaya dan dapat memecah belah. Ini justru akan mengaburkan mana kritik yang valid dan mana yang merupakan ujaran kebencian. Akibatnya, kritik yang seharusnya konstruktif malah dipandang sebagai bentuk kebencian,” tuturnya dalam pernyataan tertulis pada Minggu, 6 September 2026.

Sahroni juga mengimbau agar pihak berwajib segera menyelidiki para pembuat hoaks tersebut, guna memberikan efek jera dan mencegah hal serupa terjadi di masa mendatang.

“Ruang informasi di masyarakat sudah terlalu sering dibanjiri dengan kritik yang tidak berdasar seperti ini. Saya rasa instansi terkait, terutama kepolisian, perlu lebih aktif dalam mengawasi dan menindak isu-isu semacam ini di media sosial agar tidak dibiarkan begitu saja. Harus ada langkah tegas untuk memberi efek jera,” tambah Sahroni.

Exit mobile version