Presenter Ruben Onsu mengungkapkan kisah emosional di balik keputusannya untuk mengadopsi seorang bayi laki-laki yang kini dikenal dengan nama Thayaka Putra Onsu. Sebelum resmi menjadi anggota keluarga Onsu, bayi ini ditemukan dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, hingga membuat Ruben awalnya mengira bahwa ia sudah tidak bernyawa.
Kisah menyentuh ini diceritakan Ruben melalui kanal YouTube-nya, Just Ruben. Pertemuan yang tak terduga dengan Thayaka dimulai ketika ia tengah berdiskusi tentang rencana kolaborasi dengan sahabatnya, Melanie Subono.
Di tengah percakapan tersebut, Melanie yang mengelola sebuah yayasan sosial menerima kabar dari timnya mengenai seorang bayi yang ditemukan terabaikan. Situasi mendesak ini membuat mereka menghentikan sejenak diskusi untuk menangani keadaan bayi tersebut.
“Jadi, ada bayi yang terabaikan, dan dia bilang ‘Tunggu dulu, ada bayi yang perlu ditangani, baru saja dapat informasi ini’, yang dikirim oleh timnya,” jelas Ruben, merujuk pada peristiwa yang terjadi pada 18 Oktober 2026.
Informasi tersebut menjadi awal mula Ruben mengetahui keberadaan bayi yang kemudian akan mengubah hidupnya. Ketika melihat kondisi bayi tersebut, Ruben mengaku sangat terkejut karena kondisi fisiknya jauh dari yang diharapkan.
Bayi tersebut ditemukan di dalam sebuah kardus, dikelilingi oleh semut. Pemandangan ini membuat Ruben sempat berpikir bahwa bayi tersebut telah meninggal dunia.
“Bayi itu dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, di dalam kardus dan dikelilingi semut,” ungkap Ruben.
“Saya mengira bahwa dia sudah tidak bernyawa. Jadi, saya berpikir, ‘Biar saja diurus di rumah sakit’,” tambahnya.
Setelah ditemukan, bayi tersebut segera diberikan perawatan medis dan dirawat intensif di rumah sakit. Seiring berjalannya waktu, kondisinya mulai membaik. Dalam proses tersebut, Ruben mulai merasakan ikatan emosional yang kuat dengan bayi laki-laki itu, yang akhirnya membawanya pada keputusan untuk mengadopsi.
Ruben juga mengenang momen pertama kali menggendong Thayaka. Ada satu hal sederhana namun sangat berkesan, yaitu pakaian mereka yang ternyata memiliki warna yang sama. Bagi Ruben, pengalaman ini menjadi salah satu momen awal perkenalannya dengan sang anak.
“Ketika pertama kali Thayaka ada di pelukan saya, saya menggendongnya dan ternyata kita mengenakan baju dengan warna yang sama,” kata Ruben.

