Site icon Kodokoala Media

PSSI Jelaskan Alasan Panggilan 41 Pemain dalam Program Garuda Calling yang Besar-besaran

Keputusan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, untuk memanggil 41 pemain dalam program “Garuda Calling” yang perdana menarik perhatian publik. Angka tersebut dianggap cukup besar untuk pengumuman skuad nasional, menciptakan berbagai spekulasi mengenai strategi yang akan diterapkan.

Namun, PSSI menyatakan bahwa langkah ini dipahami dengan baik. Arya Sinulingga, anggota Komite Eksekutif PSSI, berpendapat bahwa adalah hal yang wajar jika Herdman ingin mengeksplorasi sebanyak mungkin pemain di awal masa kepemimpinannya.

Arya menjelaskan bahwa pelatih asal Inggris ini membutuhkan waktu untuk lebih mengenal kualitas para pemain yang sebelumnya pernah membela Timnas Indonesia. Hal ini penting untuk membangun fondasi yang kuat dalam tim.

“Ini merupakan hal yang sangat wajar. Dia ingin memahami semua pemain timnas yang pernah dipanggil, dan itu adalah langkah yang logis. Dia ingin melihat potensi dari semua pemain, jadi sangat bisa dimaklumi,” tutur Arya, mengutip pernyataan dari Antara.

Pada panggilan awal ini, Herdman telah mencantumkan 41 nama dalam skuad sementara. Dari jumlah tersebut, akan ada penyaringan yang mengerucut menjadi 23 pemain yang akan terlibat dalam pertandingan FIFA Series 2026 yang akan berlangsung pada akhir bulan ini.

Dari 41 pemain yang dipanggil, sekitar 24 di antaranya berasal dari kompetisi domestik BRI Super League, sedangkan 17 lainnya merupakan pemain Indonesia yang berkarir di luar negeri. Ini menunjukkan perhatian yang seimbang antara pemain lokal dan internasional.

Arya juga mengungkapkan alasan mengapa Herdman lebih banyak memanggil pemain dari liga domestik. Selama ini, pelatih tersebut aktif menyaksikan pertandingan secara langsung di Indonesia, yang menunjukkan komitmennya untuk memahami potensi pemain lokal.

Beberapa pertandingan yang menjadi perhatian Herdman termasuk laga antara Persija Jakarta, Persita Tangerang, dan Persib Bandung. Melalui pengamatan langsung, ia berharap dapat melakukan penilaian yang lebih akurat terhadap kemampuan masing-masing pemain.

“Dia datang langsung untuk melihat dan menunjukkan ketertarikan. Selanjutnya, dia akan membandingkan performa pemain-pemain ini satu sama lain, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih tepat,” kata Arya.

Langkah ini merupakan bagian dari proses awal seleksi Herdman dalam menentukan komposisi terbaik untuk Timnas Indonesia di masa mendatang. Dengan pendekatan ini, diharapkan tim dapat mengoptimalkan performa di ajang internasional.

Di sisi lain, ada kemungkinan bahwa skuad sementara Timnas Indonesia akan mengalami perubahan. Salah satu pemain yang sempat dipanggil, Miliano Jonathans, terpaksa batal bergabung karena mengalami cedera serius.

Pemain yang berasal dari Depok ini mengalami cedera ACL saat memperkuat klubnya, Excelsior, dalam pertandingan melawan Heerenveen pada pekan lalu di Liga Belanda. Cedera ini tentu menjadi kerugian bagi tim, mengingat potensi yang dimiliki Jonathans.

Exit mobile version