Jakarta – Polisi telah mengungkapkan dugaan awal mengenai penyebab kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalan Kembang Kerep, Kembangan, Jakarta Barat, yang mengakibatkan tiga orang meninggal dan empat orang mengalami luka-luka.
Kecelakaan tragis yang berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026, diduga disebabkan oleh pengemudi yang kehilangan kendali saat melintasi lokasi kejadian.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat, Komisaris Polisi Reza Hafiz Gumilang, menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk menentukan penyebab pasti dari kejadian tersebut.
“Dugaan awal menunjukkan adanya kesalahan manusia dan kehilangan kendali kendaraan. Namun, penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas,” ungkapnya pada Selasa, 8 September 2026.
Proses penyelidikan terkendala karena empat korban yang mengalami luka masih dalam perawatan intensif di rumah sakit. Polisi menunggu kondisi mereka membaik sebelum meminta keterangan terkait insiden tersebut.
“Saat ini, kami masih menunggu para pihak yang terlibat kecelakaan, karena mereka masih dirawat. Setelah dinyatakan sehat oleh tim medis, kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Reza.
Sebelumnya, pihak kepolisian menyampaikan bahwa kecelakaan beruntun ini berawal dari sebuah minibus BYD dengan nomor polisi B 2703 BNA yang dikemudikan oleh Karsono, melaju dari arah selatan menuju utara.
Ketika minibus tersebut mendekati turunan di Jembatan Kembang Kerep, ia menabrak bagian belakang minibus Kijang Innova dengan nomor polisi B 1277 UIH yang dikemudikan oleh Hadi Wibawa.
Akibat benturan yang keras, minibus Kijang Innova terdorong ke depan dan menghantam sebuah kendaraan Toyota Fortuner dengan nomor L 1021 BAD.
“Peristiwa kecelakaan beruntun ini dimulai saat minibus BYD yang dikemudikan oleh Karsono melaju dari arah selatan menuju utara,” jelas Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, saat dihubungi di Jakarta pada Sabtu, 5 September 2026.
Benturan tersebut menyebabkan kendaraan Fortuner kehilangan kendali dan terbalik ke arah kanan.
“Akibat ditabrak dari belakang, kendaraan Toyota Fortuner tersebut tidak dapat mengendalikan arah dan oleng ke kanan,” kata Joko.
Fortuner tersebut kemudian menabrak sepeda motor Honda Vario yang dikendarai oleh Andi Prasetyo, yang melintas di sisi kiri kendaraan.
“Dampak dari rangkaian tabrakan ini merenggut nyawa tiga orang yang merupakan satu keluarga pengendara sepeda motor,” tutur Joko.
Ketiga korban yang meninggal dunia tersebut adalah Andi Prasetyo selaku pengendara motor, serta dua penumpangnya, yaitu Yeni Sumarti dan seorang anak berusia tujuh tahun bernama Zeline Zakeisha.

