Site icon Kodokoala Media

Petugas KRL Bantu Penumpang Melahirkan di Stasiun Rawabuntu, Perjalanan Dihentikan Sementara

Jakarta – Petugas dari KAI Commuter bersama dengan tenaga medis di Stasiun Rawabuntu memberikan bantuan dalam proses persalinan seorang wanita penumpang di dalam kereta Commuter Line (KRL) Nomor 1689 yang menghubungkan Rangkasbitung dan Tanah Abang pada Kamis sekitar pukul 10.55 WIB.

Menurut keterangan dari Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, insiden tersebut terjadi ketika seorang wanita yang sedang hamil tua duduk di kursi prioritas mendadak merasakan kontraksi, tanda-tanda bahwa ia akan segera melahirkan.

Menyadari situasi darurat yang terjadi, petugas keamanan yang bertugas di dalam gerbong segera berkoordinasi dengan masinis serta petugas di Stasiun Rawabuntu untuk mempersiapkan tindakan pertolongan pertama.

“Selama proses persalinan berlangsung, perjalanan Commuter Line Nomor 1689 terpaksa dihentikan sementara di Stasiun Rawabuntu,” ujar Leza.

Berkat respons cepat dari petugas kesehatan di Stasiun Rawabuntu dan bantuan dari beberapa penumpang lainnya, ibu tersebut berhasil melahirkan anaknya dengan selamat di dalam kereta.

Setelah proses persalinan, ibu dan bayi langsung dibawa ke Puskesmas Rawabuntu untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut, seperti yang dijelaskan oleh Leza.

Menanggapi kejadian tersebut, KAI Commuter mengimbau semua penumpang untuk tidak ragu meminta bantuan dari petugas, baik di area stasiun maupun di dalam kereta, jika mengalami situasi darurat.

Leza menegaskan bahwa seluruh petugas KAI Commuter selalu siap sedia untuk memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang.

Dia juga mengingatkan pentingnya kesadaran dari penumpang terkait kondisi kesehatan pribadi sebelum memutuskan untuk bepergian menggunakan transportasi publik.

“Selalu prioritaskan kesehatan, kenyamanan, dan keselamatan saat menggunakan Commuter Line. Khusus bagi penumpang yang sedang hamil, dianjurkan untuk memantau Hari Perkiraan Lahir (HPL) dan jika mendekati waktu persalinan, sebaiknya mengurangi aktivitas di tempat umum,” tambah Leza.

Exit mobile version