Perkuat Persatuan Bangsa untuk Menghadapi Tantangan Geopolitik Global yang Tidak Pasti

Jakarta – Jaringan Muslim Madani (JMM) menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk memperkuat semangat ukhuwah, persatuan, dan solidaritas kebangsaan. Hal ini menjadi semakin penting dalam menghadapi kondisi global yang dipenuhi dengan ketidakpastian akibat dinamika geopolitik yang terus berubah.
Seruan ini disampaikan sebagai respons terhadap berbagai perkembangan internasional yang dapat berdampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi, keamanan, dan ketahanan sosial di banyak negara, termasuk Indonesia.
JMM berpendapat bahwa dalam situasi global yang tidak menentu ini, persatuan bangsa adalah modal utama yang diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada. Kekuatan dalam kebersamaan akan menjadi kunci untuk tetap berdiri kokoh di tengah guncangan yang mungkin terjadi.
Direktur Eksekutif JMM, Syukron Jamal, menegaskan bahwa masyarakat Indonesia perlu memperkuat rasa kebangsaan, menciptakan kerukunan sosial, dan memperkokoh persaudaraan meskipun terdapat perbedaan di antara mereka.
“Di tengah ketidakpastian geopolitik dan ancaman krisis global, kita sebagai bangsa harus meningkatkan ukhuwah, solidaritas, dan persatuan. Perbedaan politik, identitas, maupun kepentingan jangka pendek tidak boleh memecah belah kita,” ungkapnya.
JMM juga menyambut baik seruan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mengajak seluruh rakyat untuk bersatu dalam menjaga dan menyelamatkan masa depan bangsa. Seruan ini menunjukkan kesadaran akan pentingnya kolaborasi di antara semua elemen masyarakat.
Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo menekankan betapa vitalnya persatuan nasional dalam menghadapi tantangan global yang ada, serta mengajak seluruh rakyat untuk bersama-sama menjaga keutuhan republik ini.
Menurut JMM, pesan tersebut adalah pengingat bahwa kekuatan suatu bangsa tidak hanya terletak pada potensi sumber daya alam atau kekuatan ekonomi, tetapi juga pada soliditas rakyat dan kemampuan kepemimpinan nasional untuk menyatukan berbagai elemen yang ada.
Lebih jauh, JMM berpendapat bahwa momentum bulan suci Ramadhan yang hampir berakhir, menjelang Hari Raya Idul Fitri, harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk rekonsiliasi sosial dan penguatan persaudaraan antar sesama warga negara.
“Idul Fitri adalah saat yang tepat untuk kembali kepada kesucian hati, memperkuat silaturahmi, serta meneguhkan kembali komitmen kita sebagai satu bangsa dan satu tanah air,” jelas Syukron.
JMM juga mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, generasi muda, dan semua komponen bangsa untuk berkolaborasi dalam menjaga ketenangan sosial, optimisme nasional, dan semangat gotong royong. Ini semua diperlukan untuk menghadapi dinamika global yang terus berubah dan penuh tantangan.




