Site icon Kodokoala Media

Pemain Skena Hancurkan Harapan Real Madrid untuk Menjuarai La Liga 2023

Harapan Real Madrid untuk meraih gelar La Liga mengalami kemunduran yang signifikan. Gol dramatis yang dicetak oleh Hector Bellerin di menit ke-94 memaksa Los Blancos berbagi poin 1-1 dengan Real Betis, dan membuat langkah mereka menuju kejuaraan semakin sulit.

Bertanding di Sevilla, tim yang dilatih Alvaro Arbeloa sebenarnya sempat unggul. Vinicius Junior berhasil membuka skor pada menit ke-17 dengan memanfaatkan kesalahan dari kiper lawan. Momentum tersebut seharusnya bisa menjadi titik balik yang positif dalam upaya mereka merebut gelar.

Namun, dominasi yang ditunjukkan Madrid tidak sebanding dengan efektivitas mereka dalam menyerang. Gol yang dicetak Kylian Mbappe dianulir karena offside, dan sejumlah peluang emas dari Jude Bellingham serta pemain depan lainnya terbuang sia-sia.

Petaka datang di menit-menit akhir pertandingan. Dalam situasi yang kacau di lini belakang, Bellerin—yang oleh penggemar sepakbola Indonesia disebut sebagai pemain skena—muncul tanpa pengawalan dan melepaskan tembakan rendah yang tidak mampu dihalau. Gol terlambat ini bukan hanya menyamakan kedudukan, tetapi juga berdampak pada mentalitas Madrid.

Masalah mendasar di lini belakang Madrid kembali terlihat. Mereka kini gagal mencatatkan clean sheet dalam sepuluh laga liga terakhir, sebuah catatan terburuk yang mereka alami sejak musim 2003/2004 di era Carlos Queiroz. Ketidakstabilan ini terus mengakibatkan kehilangan poin krusial di fase penentuan musim.

Hasil imbang ini menambah daftar lima kali hasil seri untuk Madrid musim ini, sekaligus memberikan kesempatan bagi Barcelona yang dilatih oleh Hansi Flick untuk menjauh di puncak klasemen. Selisih delapan poin berpotensi melebar menjadi dua digit jika tren ini terus berlanjut.

Situasi semakin memburuk karena Madrid juga telah tersingkir dari kompetisi Liga Champions. Ancaman untuk tidak meraih trofi di akhir musim semakin nyata, sebuah kenyataan yang jarang dialami oleh klub sebesar mereka di abad ke-21.

Di tengah malam yang mengecewakan tersebut, satu-satunya catatan positif datang dari Mbappe. Ia telah mencatatkan 100 penampilan bersama Madrid, menjadikannya sebagai pemain Prancis ke-10 yang mencapai tonggak tersebut. Namun, rasa syukur itu terasa kurang berarti setelah striker tersebut harus ditarik keluar lebih awal karena dugaan cedera hamstring.

Real Madrid kini berada di persimpangan jalan: mereka harus bangkit di sisa musim atau menghadapi kenyataan pahit kehilangan gelar yang diimpikan.

Exit mobile version