Pemain Ghana Tewas Ditembak Perampok Saat Serangan di Bus Tim

Pemain muda Berekum Chelsea, Dominic Frimpong, dilaporkan tewas dalam insiden perampokan bersenjata yang terjadi saat bus tim diserang dalam perjalanan pulang setelah pertandingan liga.
Tragedi ini berlangsung pada hari Minggu, di rute antara Goaso dan Bibiani. Tim baru saja kembali dari laga tandang melawan Samartex di Samreboi, sebuah daerah di bagian selatan Ghana.
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh klub, situasi yang menegangkan muncul ketika bus mereka tiba-tiba diserang oleh sekelompok perampok yang bersenjata.
“Kami sedang dalam perjalanan kembali ke Berekum dari Samreboi ketika bus tim kami diserang oleh sekelompok perampok bersenjata yang memblokir jalan,” tulis pernyataan klub tersebut.
Kepanikan pun melanda seluruh penumpang. Para pelaku, yang mengenakan topeng, langsung melepaskan tembakan ke arah bus saat sang sopir berusaha memundurkan kendaraan.
“Orang-orang bertopeng yang membawa senjata mulai menembaki bus kami. Para pemain dan staf segera melarikan diri ke semak-semak untuk menyelamatkan diri,” tambah pernyataan itu.
Dalam kekacauan yang terjadi, nyawa Dominic Frimpong tidak dapat diselamatkan. Federasi Sepak Bola Ghana (GFA) kemudian mengonfirmasi bahwa pemain berusia 20 tahun tersebut telah meninggal dunia.
“GFA menerima berita ini dengan sangat terkejut dan merasakan duka yang mendalam atas kepergian Dominic Frimpong dari Berekum Chelsea,” bunyi pernyataan resmi dari federasi.
Mereka menekankan bahwa kehilangan Frimpong bukan hanya menjadi kehilangan besar bagi klub, tetapi juga untuk sepak bola Ghana secara keseluruhan.
“Dominic adalah talenta muda yang sangat menjanjikan. Dedikasi dan semangatnya mencerminkan jiwa kompetisi yang ada dalam liga kami,” lanjut pernyataan dari GFA.
Insiden tragis ini menjadi sinyal peringatan serius bagi keamanan dalam kompetisi domestik. GFA memastikan bahwa mereka akan meningkatkan pengamanan untuk tim-tim yang menjalani laga tandang.
Peristiwa seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Pada tahun 2023, bus tim Legon Cities juga mengalami serangan setelah pertandingan di Samartex. Beruntung, pada kesempatan tersebut tidak ada korban jiwa.
Namun, kali ini, tragedi yang sesungguhnya telah terjadi—meninggalkan luka yang mendalam bagi seluruh komunitas sepak bola di Ghana.




