Site icon Kodokoala Media

PB Akuatik Indonesia Menyampaikan Update Terkini Mengenai Adellia Usai Mundur dari Final Asian Games 2026

Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin Rahardjo, memberikan informasi terbaru mengenai kondisi perenang Adellia setelah ia terpaksa mundur dari final nomor estafet gaya ganti putri 4×100 meter dalam ajang Asian Games 2026.

Sebelumnya, Adellia mengalami kram pada kedua paha saat mengikuti serangkaian pertandingan di Asian Games 2026. Hal ini mengakibatkan ketidakmampuannya untuk berlaga di final estafet.

Harlin menjelaskan bahwa masalah yang dihadapi Adellia bukanlah cedera serius, melainkan kram yang muncul setelah ia berkompetisi dengan intensitas tinggi dan jadwal yang cukup padat.

“Pada dasarnya, itu adalah kram biasa. Namun, mengingat kompetisi ini berlangsung dengan intensitas yang tinggi dan jadwal yang sangat ketat, kondisi tersebut menjadi berat,” ungkap Harlin.

Menurutnya, kondisi Adellia pada saat final tidak memungkinkan untuk tampil. Meskipun demikian, proses pemulihannya berlangsung relatif cepat.

“Ketika final berlangsung, kondisinya memang tidak mendukung, tetapi dalam satu atau dua hari setelah itu, dia sudah pulih,” tambahnya.

Harlin mengamati bahwa padatnya jadwal pertandingan menjadi salah satu penyebab kelelahan fisik yang dialami Adellia. Selain harus berkompetisi dalam pertandingan yang intens, Adellia juga harus menghadapi beberapa pertandingan secara beruntun.

“Di samping pertandingan yang berurutan, tekanan mental yang dialami juga sangat berat. Apalagi, dia baru saja berhasil lolos ke final,” kata Harlin.

Selama rangkaian pertandingan tersebut, Adellia juga harus mengikuti lebih dari satu pertandingan dalam waktu yang sangat berdekatan. Situasi ini membuat energinya terkuras sebelum memasuki final.

Harlin menegaskan bahwa kondisi Adellia membaik setelah mendapatkan waktu untuk pemulihan. Ia menjelaskan bahwa kram yang dialami atlet merupakan bagian dari tantangan ketika harus berkompetisi dengan tingkat intensitas yang tinggi dan jadwal yang sangat padat.

Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi PB Akuatik Indonesia dalam menjaga kesiapan atlet, terutama saat mereka harus berkompetisi dalam beberapa nomor dalam waktu yang berdekatan di tingkat internasional.

Exit mobile version