Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, menegaskan bahwa kehadiran militer Amerika Serikat di wilayah Timur Tengah merupakan penyebab utama ketidakamanan yang melanda kawasan tersebut. Dia berpendapat bahwa situasi di Timur Tengah semakin meruncing akibat serangan kolaboratif antara AS dan Israel terhadap Iran, yang kemudian direspons oleh Teheran dengan melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer AS di negara-negara Teluk.
Khamenei menyatakan, “Telah jelas bahwa keberadaan Amerika dan basis militer mereka di Teluk Persia menjadi faktor paling signifikan dalam menciptakan ketidaknyamanan di wilayah ini.” Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah rilis resmi yang disebarkan oleh media pemerintah Iran, IRNA, dan dilansir oleh beberapa outlet berita internasional pada tanggal 30 April 2026.
Dia juga mencatat bahwa “pangkalan-pangkalan yang didukung oleh Amerika” tidak memiliki kekuatan atau kapabilitas yang cukup untuk menjaga keamanan mereka sendiri. Dengan demikian, harapan untuk mendapatkan perlindungan dari Amerika bagi sekutu-sekutu pro-AS di kawasan ini tampaknya tidak realistis.
Pernyataan Khamenei tersebut disampaikan dalam konteks peringatan Hari Nasional Teluk Persia yang merayakan pengusiran pasukan Portugis dari Selat Hormuz pada tahun 1622, yang menjadi momen penting dalam sejarah kawasan.
“Masa depan Teluk tanpa kehadiran Amerika,” tegasnya, menandakan harapannya akan perubahan besar di wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya lebih lanjut, Khamenei juga menyentuh isu Selat Hormuz, yang selama berabad-abad telah menjadi sumber keserakahan berbagai pihak. Ia merujuk pada sejumlah peristiwa sejarah, termasuk pengusiran pasukan Portugis pada tahun 1622, sebagai contoh dari ketegangan yang terus berlanjut di kawasan ini.
Sejak dimulainya ketegangan antara Iran dan AS serta Israel pada akhir Februari, rakyat Iran telah menyaksikan secara langsung berbagai bentuk ketahanan, kewaspadaan, dan perjuangan gigih yang ditunjukkan oleh pasukan Iran dalam menghadapi tantangan tersebut.
Ia menekankan bahwa masa depan yang cerah untuk kawasan Teluk Persia akan terwujud tanpa kehadiran Amerika Serikat, yang akan membawa masyarakat menuju kemajuan, kenyamanan, serta kesejahteraan yang lebih baik.
Dengan pernyataan tersebut, Khamenei tidak hanya menyoroti ketidakamanan di Timur Tengah, tetapi juga memberikan gambaran tentang visi jangka panjang yang diharapkan dapat terwujud di kawasan ini, di mana ketidakstabilan dapat diminimalisir dan keamanan dapat ditegakkan.

