Site icon Kodokoala Media

Media Korea Selatan Mengulas Kekalahan FC Seoul dari Persib Bandung di ACL 2: Kim Ki-dong Tak Berdaya

FC Seoul mengalami kekalahan tipis 0-1 saat berhadapan dengan Persib Bandung dalam pertandingan perdana Grup E Liga Champions Asia 2026-2027 yang berlangsung di Stadion Piala Dunia Seoul pada Rabu, 16 September 2026. Hasil ini tentu menjadi pukulan berat bagi tim tuan rumah yang diharapkan bisa tampil lebih baik di ajang bergengsi tersebut.

Kekalahan ini menarik perhatian luas dari media di Korea Selatan, terutama The Chosun Daily, yang menilai bahwa keputusan berani FC Seoul justru berujung pada kegagalan. Tim yang diharapkan bisa meraih hasil positif justru harus pulang dengan kepala tertunduk.

Analisis dari The Chosun Daily menyoroti langkah pelatih FC Seoul, Kim Ki-dong, yang melakukan rotasi besar-besaran dalam susunan pemain. Dalam laga ini, beberapa pemain kunci dengan pengalaman banyak di K League, seperti Kim Jin-soo, Gu Seong-yun, Babet, dan Ross, sengaja diistirahatkan untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda.

Sebagai alternatif, FC Seoul menurunkan sejumlah pemain muda yang belum banyak tampil di level profesional. Ko Pil-kwan, yang baru berusia 19 tahun, dan Shin Ji-seop, yang berumur 18 tahun, dipercaya untuk mengisi posisi utama sejak awal pertandingan.

Menariknya, Shin Ji-seop sebelumnya merupakan pemain junior di FC Seoul yang baru saja menyelesaikan pendidikan di SMA Osan. Ia kemudian resmi bergabung dengan tim semi-profesional pada bursa transfer musim panas, menunjukkan betapa cepatnya perkembangan kariernya.

Keputusan Kim Ki-dong untuk melakukan rotasi pemain ini diambil dengan pertimbangan beban jadwal serta kebutuhan untuk memberikan pengalaman kepada pemain muda. Sebelum laga dimulai, pelatih menekankan bahwa pemain yang sudah banyak bermain di K League memerlukan waktu istirahat agar tetap bugar.

Namun, takdir berkata lain. FC Seoul justru harus menghadapi kenyataan pahit ketika mereka kebobolan hanya lima menit setelah kick-off. Ini merupakan awal yang sangat mengecewakan bagi tim yang tengah berusaha membangun momentum.

Persib Bandung berhasil memanfaatkan situasi sepak pojok dengan baik. Marc Klok mengirimkan umpan tepat ke area pertahanan FC Seoul, yang diterima oleh Julio Cesar. Bek Persib ini dengan tenang menyelesaikan peluang dan membawa timnya unggul 1-0.

Setelah tertinggal, FC Seoul berusaha untuk bangkit dan memberikan respons, namun upaya mereka sering terhambat oleh solidnya pertahanan Persib. Meski memiliki beberapa peluang, mereka kesulitan untuk mencetak gol penyama.

Setelah jeda, Kim Ki-dong melakukan beberapa perubahan strategis dengan memasukkan Son Jung-bum, Moon Seon-min, dan Jeong Ha-won untuk menggantikan Ko Pil-kwan, Shin Ji-seop, dan Kim Min-jun. Pertukaran ini diharapkan bisa mengubah jalannya pertandingan.

Perubahan tersebut tampak memberikan dampak positif, dengan FC Seoul mampu mendominasi permainan di babak kedua. Mereka mulai menemukan ritme dan meningkatkan tekanan ke arah pertahanan Persib, berusaha mencari celah untuk mencetak gol.

Meski terus melakukan pergantian pemain demi mendapatkan gol penyeimbang, pertahanan Persib tetap kuat dan disiplin, sehingga FC Seoul tidak mampu memanfaatkan peluang yang ada. Hingga akhir pertandingan, keunggulan 1-0 untuk Persib Bandung tetap bertahan.

The Chosun Daily menilai bahwa langkah berani FC Seoul dalam melakukan rotasi besar-besaran ini merupakan sebuah keputusan yang berisiko. Namun, hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa strategi tersebut “gagal total,” setelah tim mengalami kekalahan di kandang sendiri.

Exit mobile version