Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, belakangan ini mendapatkan perhatian meskipun ia berhasil mencatatkan clean sheet pertamanya bersama Ajax Amsterdam.
Paes tampil sebagai starter dalam pertandingan melawan PEC Zwolle yang berakhir tanpa gol pada lanjutan Liga Belanda, Minggu, 1 Maret 2026. Namun, penampilan tersebut tidak sepenuhnya lepas dari kritik yang tajam.
Kenneth Perez, mantan pemain Ajax, mengungkapkan bahwa Paes hampir melakukan blunder yang fatal pada menit ke-65. Ketika itu, sapuannya justru mengenai kaki Younes Namli dan mengarah kepada Koen Kostons, yang nyaris menjadikan Zwolle mencetak gol.
Untungnya, Paes berhasil menebus kesalahannya dengan refleks yang cepat, mengamankan bola sebelum situasi menjadi lebih berbahaya.
“Mereka memiliki masalah besar di posisi kiper. Paes melakukan umpan yang sangat buruk dan tidak tepat,” ungkap Perez, seperti dilansir dari Voetbal Primeur. “Di Ajax, setiap umpan harus akurat. Kesalahan seperti ini tidak seharusnya terjadi.”
Kritik yang disampaikan Perez dibenarkan oleh analis ESPN Belanda, Marciano Vink. Ia berpendapat bahwa Paes belum sepenuhnya beradaptasi dengan tuntutan gaya bermain Ajax yang mengharuskan kiper untuk aktif membantu membangun serangan dari belakang.
“Dia sebelumnya tidak dibebani dengan tugas membangun permainan. Sekarang, di Ajax, tuntutannya berbeda,” jelas Vink dalam analisisnya di ESPN Belanda.
Performa kiper asal Indonesia ini memang menjadi sorotan, terutama karena ekspektasi tinggi yang mengintai setiap pemain Ajax. Klub ini dikenal dengan filosofi permainan menyerang yang mengedepankan penguasaan bola dan permainan dari bawah, yang membuat posisi kiper tak hanya sebagai penjaga gawang, tetapi juga sebagai bagian penting dalam proses serangan.
Perhatian terhadap Maarten Paes juga mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh pemain baru di klub besar. Mengadaptasi diri dengan sistem permainan yang berbeda dapat menjadi hal yang sulit, terutama ketika tekanan dari fans dan media semakin besar.
Dalam konteks ini, kritik terhadap Maarten Paes bukan hanya tentang satu pertandingan. Ini adalah bagian dari proses pembelajaran dan adaptasi yang harus dilalui oleh setiap pemain yang bergabung dengan tim elit seperti Ajax.
Kritik ini juga perlu dilihat dari sudut pandang yang lebih luas. Ajax memiliki tradisi panjang dalam mencetak pemain berkualitas tinggi, dan setiap individu yang datang diharapkan dapat memenuhi standar tersebut. Oleh karena itu, Paes harus cepat beradaptasi dengan gaya bermain yang diharapkan oleh pelatih dan tim.
Menarik untuk dicatat bahwa dalam permainan sepak bola, kesalahan adalah bagian dari permainan itu sendiri. Namun, ketika bermain di klub sekelas Ajax, kesalahan sekecil apapun dapat berakibat fatal.
Oleh karena itu, penting bagi Maarten Paes untuk menganalisis situasi tersebut dan mengambil langkah untuk memperbaiki kemampuan teknisnya, terutama dalam hal distribusi bola. Kiper harus memiliki keterampilan passing yang baik, karena sering kali posisi mereka menjadi titik awal dalam sebuah serangan.
Di sisi lain, pelatih Ajax juga memiliki peran penting dalam membantu Paes beradaptasi. Melalui latihan yang tepat dan bimbingan yang konsisten, diharapkan Paes dapat berkembang menjadi kiper yang diharapkan oleh klub.
Kritik yang diterimanya harus menjadi motivasi untuk berbenah dan belajar dari kesalahan. Dengan pengalaman dan waktu, Paes memiliki kesempatan untuk menunjukkan kualitasnya sebagai penjaga gawang yang handal.
Dari perspektif penggemar, mereka tentu berharap untuk melihat peningkatan dalam penampilan Paes pada pertandingan berikutnya. Dengan dukungan yang tepat dan kerja keras, tidak ada yang tidak mungkin bagi seorang pemain untuk bangkit dari kritik dan mencapai level permainan yang lebih baik.
Ajax, sebagai klub yang memiliki sejarah panjang dalam pengembangan pemain muda, juga memberikan sarana dan fasilitas yang mendukung untuk pembelajaran. Maka dari itu, semua mata kini tertuju pada Maarten Paes, menunggu apakah ia dapat membuktikan bahwa kritik terhadapnya adalah hal yang bisa diatasi.
Dengan berjalannya waktu, kita akan melihat bagaimana Paes dapat merespons tantangan ini dan membuktikan bahwa ia layak menjadi bagian dari skuad Ajax yang berprestasi. Perjalanan seorang pemain memang tidak selalu mulus, tetapi dengan tekad dan dedikasi, setiap tantangan bisa menjadi batu loncatan menuju kesuksesan yang lebih besar.

