Maarten Paes mulai mengalami penurunan dalam perannya sebagai kiper utama di Ajax Amsterdam setelah kedatangan Marc-Andre ter Stegen di musim 2026/2027. Kehadiran kiper berkualitas tinggi ini telah mempengaruhi posisi Paes di dalam tim.
Meskipun situasi ini, Jordi Cruyff, yang menjabat sebagai penasihat teknis PSSI dan juga merupakan petinggi di Ajax, tetap memberikan pandangan positif mengenai kiper nasional Indonesia tersebut. Cruyff menilai bahwa kontribusi Paes bagi klub tetap signifikan.
Hingga saat ini, Paes baru tampil dalam empat pertandingan resmi bersama Ajax pada musim ini. Semua penampilannya terjadi di Kualifikasi UEFA Conference League, di mana ia menghadapi tim FK Vojvodina dan Shelbourne.
Di kompetisi Eredivisie, Paes belum mendapatkan kesempatan untuk bermain. Ter Stegen selalu menjadi pilihan utama dalam tiga pertandingan yang dijalani Ajax melawan PEC Zwolle, Heerenveen, dan Telstar.
Kondisi ini sangat kontras dengan paruh kedua musim 2025/2026. Pada periode itu, Paes yang awalnya dihadirkan dari FC Dallas sebagai kiper cadangan, mendapatkan peluang untuk menjabat sebagai penjaga gawang utama setelah Vitezslav Jaros mengalami cedera serius.
Selama masa itu, Paes tampil dalam 13 pertandingan berturut-turut hingga akhir musim. Ia berhasil mencatatkan lima clean sheet dan hanya kebobolan 11 gol di Eredivisie, menunjukkan performa yang mengesankan.
Penampilan Paes tersebut mendapatkan apresiasi dari Jordi Cruyff. Ia menekankan bahwa meskipun Ajax kini memiliki kiper berpengalaman seperti ter Stegen, kontribusi Paes tetap dianggap penting untuk tim.
“Saya rasa penting untuk menyampaikan hal ini. Maarten Paes, meskipun kita sering membicarakan pemain-pemain baru yang datang, kita juga harus menghargai pemain yang telah bertahan dan berkontribusi bagi kemajuan klub ini,” ujar Jordi Cruyff, sebagaimana yang dikutip dari sumber terpercaya.
Paes juga tidak diturunkan dalam pertandingan ketika Ajax mengalami kekalahan 1-3 dari PSV di Johan Cruyff Arena pada Sabtu, 5 September 2026. Hasil tersebut semakin menegaskan posisinya sebagai pelapis ter Stegen dalam waktu dekat.
Dengan perkembangan yang terjadi, tantangan bagi Maarten Paes di Ajax jelas semakin berat. Namun, penting untuk diingat bahwa kontribusi dan kemampuannya sebagai kiper tidak bisa diabaikan, terlepas dari situasi saat ini.
Perjalanan karier Paes di Ajax mencerminkan dinamika yang sering terjadi dalam dunia sepak bola, di mana persaingan untuk memperebutkan posisi utama sering kali berlangsung ketat.
Di sisi lain, meskipun ia tidak tampil reguler, pengalaman yang didapat Paes dari latihan sehari-hari dan berlatih bersama pemain-pemain berkualitas tinggi di Ajax sangat berharga.
Hal ini juga berpotensi membantu peningkatan performanya di masa mendatang, baik di tingkat klub maupun tim nasional. Keberadaan ter Stegen di tim dapat dijadikan sebagai kesempatan bagi Paes untuk belajar dan mengasah keterampilannya lebih jauh.
Keputusan Cruyff untuk tetap menyanjung kontribusi Paes menunjukkan bahwa manajemen Ajax sangat menghargai peran setiap pemain, tidak peduli posisi mereka saat ini. Ini juga memberikan pesan positif kepada para pemain muda di klub bahwa mereka tetap memiliki nilai dan pengaruh meskipun tidak selalu menjadi pilihan utama.
Masa depan Maarten Paes di Ajax dan dalam sepak bola Eropa masih terbuka lebar. Dengan ketekunan dan dedikasi yang ia tunjukkan, tidak menutup kemungkinan ia bisa kembali merebut posisi utamanya di klub.
Permainan yang konsisten dan performa yang dapat diandalkan akan menjadi kunci bagi Paes untuk mendapatkan kembali kepercayaan dari pelatih dan manajemen.
Dalam dunia sepak bola yang kompetitif, perjalanan setiap pemain adalah sebuah kisah yang penuh liku-liku. Maarten Paes, dengan segala tantangan yang dihadapinya, tetap menjadi sorotan penting dalam skema tim Ajax Amsterdam.
Melihat bagaimana situasi ini berkembang, banyak yang berharap Paes bisa menunjukkan kemampuannya dan berkontribusi lebih banyak bagi klub ke depannya.
Dengan dukungan dari Jordi Cruyff dan tim, harapan untuk melihat Paes kembali bersinar di bawah mistar gawang Ajax tetap ada.

