Etihad Airways, maskapai yang berbasis di Abu Dhabi, mencatatkan laba bersih yang mengesankan mencapai US$698 juta atau setara dengan Rp 11,7 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan kenaikan hampir 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menandai pertumbuhan yang signifikan bagi perusahaan.
Chief Executive Officer Etihad Airways, Antonoaldo Neves, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari strategi ekspansi dan investasi berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas layanan. Sinergi antara kedua aspek ini telah berhasil mendorong kinerja keuangan perusahaan ke arah yang lebih baik.
“Kami telah melakukan investasi besar dalam produk dan kepuasan pelanggan. Selain itu, kami juga terus meningkatkan kapasitas. Jadi, saya bisa katakan bahwa ini adalah hasil dari berbagai upaya yang kami lakukan,” ungkap Neves, dikutip dari CNBC Internasional, pada Jumat, 27 Februari 2026.
Kapasitas dan Permintaan Jadi Mesin Pertumbuhan
Etihad Airways melaporkan bahwa jumlah penumpang mereka mengalami peningkatan sebesar 21 persen, mencapai 22,4 juta orang pada tahun 2025. Kenaikan ini sejalan dengan pengembangan armada yang kini berjumlah 127 pesawat, setelah menambah 29 pesawat baru dari produsen Boeing dan Airbus, serta mengoperasikan kembali pesawat berbadan besar A380.
Peningkatan kapasitas armada berkontribusi langsung terhadap lonjakan permintaan dan efisiensi operasional. Tingkat keterisian kursi Etihad mencapai 88 persen sepanjang tahun lalu, dan tren ini menunjukkan penguatan yang semakin baik pada awal tahun 2026.
“Load factor kami mencapai 88 persen tahun lalu. Dan tahun ini, kami mencatat banyak hari dengan tingkat keterisian mencapai 90 persen. Hal ini tidak mungkin terjadi tanpa kondisi ekonomi yang mendukung,” jelas Neves.
Ia juga mencatat bahwa permintaan untuk kelas premium mengalami peningkatan yang signifikan. Menurutnya, kondisi ini mencerminkan pemulihan mobilitas global serta meningkatnya aktivitas perjalanan internasional.
Ekspansi Rute Baru Percepat Pertumbuhan
Di samping menambah armada, Etihad Airways juga melakukan perluasan jaringan internasional dengan membuka rute baru ke Praha, Hanoi, dan Hong Kong sepanjang tahun 2025. Langkah ini semakin memperkuat posisi maskapai di pasar Asia dan Eropa.
“Kabar baiknya, pasar-pasar baru menunjukkan kinerja yang jauh lebih baik dari yang kami perkirakan. Pertumbuhan di pasar tersebut jauh lebih cepat dari yang kami antisipasi,” imbuh Neves.
Ke depan, Etihad berencana untuk melanjutkan ekspansi ke China, Asia Tenggara, dan Eropa guna menangkap momentum pertumbuhan permintaan global. Maskapai ini juga memperkirakan akan menerima sekitar 20 pesawat tambahan pada tahun ini, sebagian besar dari Airbus, untuk mendukung strategi ekspansi jangka panjang mereka.

