Site icon Kodokoala Media

KRL Jakarta Kota dan Tangerang Kembali Normal Pasca Insiden Tertempur Orang-Motor

Jakarta – Perjalanan KRL Commuter Line lintas Bogor-Jakarta Kota dan Tangerang yang sebelumnya mengalami gangguan pada Kamis pagi akibat insiden dengan kendaraan, kini telah kembali beroperasi normal.

Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menyatakan bahwa pihaknya sedang berupaya untuk melakukan normalisasi dan menyelesaikan keterlambatan yang terjadi pada perjalanan Commuter Line di jalur tersebut.

Ia menambahkan bahwa layanan Commuter Line Bogor No. 1183 yang menghubungkan Bogor dan Jakarta Kota, yang terdampak oleh insiden yang melibatkan orang dan menyebabkan kerusakan pada sistem pengereman, kini telah beroperasi kembali menuju Stasiun Manggarai.

Di sisi lain, perjalanan Commuter Line Tangerang No. 1914A yang melayani rute Duri-Tangerang, yang mengalami insiden dengan sepeda motor di perlintasan tidak resmi antara Stasiun Rawabuaya dan Batu Ceper, juga sudah dapat dijalankan kembali.

Leza menjelaskan bahwa akibat dari insiden tersebut, terdapat 10 perjalanan Commuter Line Bogor yang mengalami keterlambatan lebih dari satu jam, sementara beberapa perjalanan dibatalkan. Di jalur Tangerang, sebanyak 8 perjalanan mengalami keterlambatan hingga 48 menit.

Lebih lanjut, untuk mengatasi keterlambatan ini, KAI Commuter menerapkan rekayasa pola operasi dengan menggunakan satu jalur antara Stasiun Pasar Minggu dan Stasiun Manggarai untuk perjalanan Commuter Line Bogor, serta satu jalur antara Stasiun Rawa Buaya dan Stasiun Batu Ceper untuk layanan perjalanan Commuter Line Tangerang.

KAI Commuter sangat menyesalkan terjadinya keterlambatan ini, yang disebabkan oleh gangguan operasional akibat insiden yang melibatkan orang di sekitar jalur rel, serta pengguna jalan yang tidak memberikan prioritas kepada kereta yang melintas.

Sesuai dengan Undang-undang Perkeretaapian No. 23 Tahun 2027, jelas terdapat larangan bagi siapa pun untuk berada di sekitar jalur rel tanpa izin, dan juga mengatur agar pengguna jalan raya selalu mendahulukan kereta api saat melewati perlintasan.

Leza menegaskan bahwa KAI Commuter dengan tegas melarang keberadaan orang-orang yang tidak berkepentingan di sekitar jalur rel, dan menekankan pentingnya mendahulukan kereta saat melewati area perlintasan sebidang.

Exit mobile version