Kloter pertama jemaah haji Indonesia akan diberangkatkan pada Rabu, 22 April 2026, dini hari. Berbagai persiapan telah dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran perjalanan jemaah haji dalam menunaikan ibadah di Tanah Suci hingga kembali ke Indonesia.
Pemerintah telah menyiapkan 16 embarkasi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk dua lokasi baru di Cipondoh dan Yogyakarta, sebagai titik pemberangkatan bagi jemaah haji.
Untuk meningkatkan efisiensi, layanan fast track disediakan di empat bandara utama, yaitu Soekarno-Hatta, Solo, Juanda, dan Makassar, guna mempercepat proses keimigrasian bagi jemaah yang akan berangkat.
Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf, dalam sebuah sosialisasi mengenai perkembangan penyelenggaraan haji kepada media di Kantor Kementerian Haji dan Umrah pada Kamis, 16 April 2026, menegaskan bahwa semua tahapan keberangkatan jemaah haji tahun 1447 H/2026 M akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
“Seluruh operasional haji direncanakan berjalan sesuai dengan rencana. InsyaAllah, keberangkatan jemaah akan dimulai tepat waktu, dan semua layanan telah kami siapkan dengan sebaik mungkin,” ungkap Menhaj.
Menurut jadwal operasional yang telah ditetapkan, jemaah akan mulai memasuki asrama haji pada 21 April 2026, diikuti dengan keberangkatan yang dilakukan secara bertahap dari 22 April hingga 21 Mei 2026. Puncak ibadah haji diperkirakan akan berlangsung pada 25–26 Mei 2026 (Hari Arafah), sementara pemulangan jemaah direncanakan mulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026.
Berikut adalah rencana perjalanan haji 2026, mencakup berbagai tahapan mulai dari keberangkatan, puncak pelaksanaan ibadah haji, hingga kepulangan jemaah haji Indonesia pada tahun 1447 H/2026 M:

