Kerry Riza, pemilik utama PT Orbit Terminal Merak (OTM), mengungkapkan rincian mengenai proses akuisisi terminal bahan bakar minyak (BBM) yang sebelumnya dimiliki oleh PT Oiltanking Merak, dan bagaimana terminal tersebut kemudian disewakan kepada PT Pertamina (Persero).
Pernyataan ini disampaikan oleh Kerry Riza ketika ia menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi yang berkaitan dengan pengelolaan minyak dan produk dari kilang PT Pertamina. Dalam sidang tersebut, terdakwa yang dihadirkan adalah mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution, dan mantan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya Yuktyanta, di Pengadilan Tipikor Jakarta pada 31 Maret 2026.
Kerry Riza menjelaskan bahwa pada waktu itu, rekannya, Dani Subrata, memberitahukan tentang rencana penjualan saham PT Oiltanking Merak oleh Oiltanking GmBH dan PT Merak Terminal Mandiri. Dani Subrata, yang juga memiliki saham di PT Oiltanking Merak, menjelaskan berbagai keunggulan yang dimiliki terminal BBM tersebut.
“Saya mendengar penjelasan dari Dani Subrata, dia bilang, ‘Ini bagus sekali, Ker, tangkinya sudah sesuai standar internasional, sangat memuaskan.’ Akhirnya, saya memutuskan untuk berinvestasi bersama dia. Itu terjadi sekitar awal tahun 2013,” ungkap Kerry.
Kerry menegaskan bahwa ia tidak pernah melakukan diskusi mengenai rencana akuisisi saham di PT Oiltanking Merak dengan ayahnya, Riza Chalid, maupun pamannya, Irawan Prakoso.
Saat jaksa menanyakan apakah ia pernah berdiskusi dengan Irawan Prakoso mengenai akuisisi tersebut, Kerry menjawab dengan tegas, “Tidak pernah.”
Jaksa kemudian melanjutkan pertanyaannya, “Lalu, apakah Anda pernah berbicara dengan orang tua Anda, Pak Riza Chalid, mengenai hal ini?”
Kerry kembali menegaskan, “Tidak pernah. Saya tidak pernah membicarakannya.”
Meski demikian, Kerry mengakui bahwa Riza Chalid berperan sebagai jaminan pribadi untuk pembiayaan akuisisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak BRI mengharuskan adanya jaminan pribadi dalam proses tersebut.
“Ini adalah permintaan dari BRI. Karena mereka yang meminta, saya mengatur pertemuan antara mereka dengan ayah saya. Kami bertemu dengan notaris pada saat itu,” jelas Kerry.
Ketika itu, Riza Chalid baru mengetahui rencana kerja sama antara Kerry dan Pertamina. Riza Chalid hanya memberikan doa terbaik agar usaha anaknya berjalan dengan baik.
“Apakah Anda memberitahu Pak Riza Chalid bahwa setelah akuisisi, terminal ini akan disewa atau dikerjasamakan dengan PT Pertamina?” tanya jaksa dalam sidang tersebut.

